Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Pangdam II Sriwiajaya: Alex Keluarga Besar Tentara (KBT) yang Peduli

REP | 06 April 2013 | 10:12 Dibaca: 411   Komentar: 0   0

13652179151285175061

KEHARMONISAN Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan jajaran TNI di Kodam II Sriwijaya begitu kental.

Pada Jumat (5/4) pagi, Alex menghadiri olahraga bersama Persit, PNS dan prajurit KODAM II/SWJ. Pada saat itu  Gubernur Sumsel sekaligus menyerahkan bantuan 1 unit bus dalam rangka memperingati HUT ke-67 Persit di Lapangan MAKODAM  II Sriwijaya Palembang.

Kegiatan HUT Persit dimeriahkan penampilan empat pelawak papan atas Indonesia Tarsan, Tukul Arwana, Eko DJ dan Meggy Diaz.

Gubernur mengapresiasi pada HUT Persit yang berlangsung meriah.  “Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Persit. Rasa cinta kepada Persit kadonya bus baru dan bantuan dana Rp400 juta untuk pembangunan Aula Persit,” ujar Alex.

Alex juga menceritakan soal perjuangan orangtuanya. Saya anak H Muh Nurdin Panji, lanjutnya, pada saat tahun 1947-1948 menjadi Kepala Staf Resimen Garuda Hitam pangkat kapten. Salah satu perwira yang paling ditakuti Belanda juga merangkap Komandan Batalion Elite Mobil 205 yang menyerbu stasiun Prabumulih menggunakan kereta api khusus dari Tanjungkarang, Lampung. Kemudian beliau menjadi komandan KMKB Komandan Markas Kota Besar Palembang di Palembang yang menerima penyerahan kedaulatan dari Belanda. Menjadi Mayor umur 23 tahun. “Saya bangga dengan ayah saya dan sebagai anak tentara telah saya buktikan bahwa kita tidak memalukan orangtua,” tutur Alex.

Menjelang digelarnya Pemilukada Alex mengharapkan dukungan dari segenap aparat baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri bersinergi dan bersama-sama menjaga ketertiban dari jalannya pemilihan serta dapat bersikap netral.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo mengatakan saat ini kedatangan tamu istimewa yaitu Bapak Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.  Beliau Putra Sumsel dan Beliau Keluarga Besar Tentara (KBT). Beliau lahir dan besar dari lingkungan TNI/ABRI pada saat itu dan dengan komitmen beliau, dengan integritas beliau menunjukkan sampai detik ini beliau masih cinta TNI.

“Saya selaku Pangdam dan seluruh Kodam II Sriwijaya mengucapkan terima kasih kepada Pak Alex dan keluarga yang selama ini masih terus menjalin silaturahmi dengan keluarga besar tentara khususnya di Kodam II Sriwijaya. Beliau ini (Alex Noerdin-red), sambungnya, juga merupakan keluarga besar TNI dalam arti beliau putra dari mantan/anggota TNI sehingga ini merupakan suatu kehormatan dan suatu kebahagiaan bagi prajurit karena ada kepedulian dari putra mantan prajurit/purnawirawan yang masih peduli untuk hal ini,” ujar Pangdam.

Pangdam mengatakan, sebagai anak tentara, Pak Alex tentunya mengalami pahit, getir, nikmat, senang, susah. Beliau memberikan motivasi, memberikan semangat kepada keluarga besar tentara khususnya pada saat peristiwa di OKU. Pada saat itu, Alex langsung turun ke sana untuk memberikan semangat untuk memberikan motivasi dan Alex akan sangat bangga dan senang kalau ada anak-anak KBT juga sukses sepertinya.

Banyak anak-anak dari keluarga KBT bisa mendidik, bisa memberikan pembinaan bagi anaknya sampai menjadi orang yang sukses.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menengok Harga BBM dan Cara …

Tjiptadinata Effend... | | 28 August 2014 | 18:04

BBM Menguji Dua Kapasitas Kepemimpinan …

Jusman Dalle | | 28 August 2014 | 15:41

Foto Dicuri, Om Dedes Descodes Ngetop …

Widianto.h Didiet | | 28 August 2014 | 17:02

Masih Soal Final Piala Dunia 2014 …

Ahmad Khadafi | | 28 August 2014 | 16:28

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 7 jam lalu

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 13 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 13 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 16 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Florence: di Mana Bumi Dipijak di Situ …

Ifani | 9 jam lalu

Hitam Putih Kopi Hitam …

Ibnu Hasan Sadeli | 9 jam lalu

Membangun ‘Candu’ Budaya …

Irman Syah | 9 jam lalu

Bahasa Asing Bisa Menambah Kecerdasan Anak …

Seneng Utami | 10 jam lalu

Festival Film Indonesia 2014 …

Wurry Parluten | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: