Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Veronika Nainggolan

Baru selesai kuliah, sdg mengadu nasib di ibukota. Motto : "MENGAMATI lalu MENULIS" untuk KEDAMAIAN NEGERI......

Liputan dari Pelantikan Gubernur Papua di Stadion Mandala

REP | 09 April 2013 | 13:28 Dibaca: 963   Komentar: 6   2

13654884101853742371

dok.pribadi

Dalam sejarah kepemimpinan Papua, ini adalah pertama kalinya Bumi Cenderawasih dipimpin oleh dua putera terbaik dari daerah pegunungan. Dan ini juga pertama kalinya bagi Papua, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik di lapangan terbuka. Pelantikan itu baru saja usai beberapa waktu lalu.  (sayangnya BB saya tak sanggup mengabadikan semua momentumnya,  akibat berdesakan dengan ribuan massa yg hadir)

Lukas Enembe dan Klemen Tinal memang sengaja meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat papua (DPRP) agar pelantikan dirinya dilakukan di Stadion Mandala agar semua masyarakat yang telah memilihnya bisa menyaksikan langsung upacara pelantikan itu. Dan benar, hari ini, Selasa, 9 April 2013, Stadion Mandala Jayapura dipenuhi massa tidak kurang dari 30 ribu orang.

1365488790622185677

dok. pribadi

Mereka datang untuk menyaksikan pemimpinnya dilantik oleh Presiden Repubik Indonesia yang diwakili Mendagri Gamawan Fauzi. Untuk keperluan itu, panitia harus menyiapkan 363 kendaraan untuk mengangkut massa yang datang dari berbagai tempat, seperti dari Keerom, Sentani, Abepura dan sebagainya. Untuk konsumsi, panitia melibatkan 12 pemasok catering. Maka tak heran kalau acara itu menghabiskan anggaran sekitar 4 milyar lebih.

1365488601439151360

parade Merah-Putih menyemarakan suasana di stadion Mandala sebelum acara pelantikan berlansung pelantikan

Sebelum acara pelantikan berlangsung, sekitar pukul 07.00 WIT didahului parade Merah-Putih yang dibawakan oleh ratusan pemuda-pemudi Papua dalam konstum bernuansa lokal. Dan usai pelantikan, dilanjutkan parade budaya dari masing-masing komunitas masyarakat Papua dari pesisir hingga pegunungan.

1.700 aparat gabungan TNI dan Polri telah disiagakan untuk mengamankan jalannya pelantikan itu. Tak ketingalan juga ada 1.200 pemuda gereja se-Papua ikut membantu aparat keamanan. Mereka disiagakan menjaga 23 titik yang dianggap rawan. Masing-masing titik dijaga sekitar 50 pemuda gereja.

Lukas Enembe adalah mantan Bupati Puncak Jaya dua periode. Dirinya juga adalah Ketua DPD Partai Demokrat Papua. Sementara Klemen Tinal adalah mantan Bupati Mimika yang diusung Partai Golkar. Beberapa waktu lalu dirinya resmi dipilih menjadi ketua DPD I Golkar Provinsi Papua.

Papua Harus Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera

Sekedar mengingatkan kembali, dalam masa kampanye, program utama dari pasangan ini adalah Pendidikan dan Kesehatan Gratis. Melaluinya, keduanya ingin mewujudkan kebangkitan Papua dari dari keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan. Papua harus bangkit, Papua harus mandiri, dan Papua harus sejahtera. Itulah tekad mereka.

1365489225507212683

Lukas dan Klemen (Lumen). Dok. metronews.com

Tentang pendidikan gratis, Lukas Enembe sudah memulainya sejak menjadi Bupati Puncak Jaya dengan memberikan beasiswa kepada 15 ribu mahasiswa tanpa membeda-bedakan latar belakang sukunya. Bahkan para pendeta dan anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) juga dibiayinya dengan sumber dana dari Dana Otsus.

“Uang 8 trilyun (Dana Otsus) yang dikelola di provinsi selama ini akan bagikan ke masyarakat melalui bupati. Kami bukan pemimpin yang rakus. Kalau kami dipilih, uang otsus 80 % ke kabupaten. Provinsi hanya 20% saja. Selama ini orang bagi tidak adil dan tidak jujur,” tegas Enembe dalam suatu kesempatan kampanye pada medio Januari lalu.

Tekadnya yang begitu kuat untuk mengubah wajah Papua, tanah kelahirannya itulah yang membuat pasangan ini menang mutlak satu putaran Pilkada Papua kali ini. Kendati ada enam pasang calon yang maju, namun Lukas dan Klemen mampu menggungguli mereka dengan 52 % suara.

Semoga dibawah kepemimpinan dua putera koteka dari pegunungan ini, Papua semakin maju dan sejahtera, dan tetap dalam bingkai NKRI.  (Bersambung)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: