Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Yanto Sulaiman

lelaki yang tertarik terhadap konflik-konflik yang terjadi di indonesia...

Konflik Sengketa Lahan di Palas

REP | 11 April 2013 | 11:36 Dibaca: 176   Komentar: 0   0

Sengketa lahan antara PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT Sumatera Silva Lestari (SSL) dengan masyarakat di Kabupaten Padang Lawas (Palas) masih terus berlanjut. Berkaitan dengan hal itu, DPRD Sumut berencana untuk menemui Menteri Kehutanan guna mencari solusi penyelesaian persoalan tersebut.

“Kita akan menemui Menteri Kehutanan guna mempertanyakan proses ijin dan lahan yang disengketakan antara PT SRL dengan masyarakat petani di Kabupaten Palas. Hal ini harus segera kita selesaikan guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak lagi”, kata Wakil Ketua Komisi A H.Syamsul Hilal dalam dengar pendapat yang digelar Kamis (4/4).

Menurut Syamsul Hilal, di lapangan telah terjadi sejumlah insiden. Yang terakhir seorang karyawan PT SRL Jhon Boyler Sianturi, tewas dikeroyok massa. Pihak perusahaan menuding pengroyokan dilakukan oleh Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri (KTTJM).

Sebaliknya, KTTJM juga menyebut mereka terus diintimidasi. Mereka menolak disebut telah merebut lahan milik perusahaan itu. Tapi faktanya mereka terus diusir, rumah mereka dibakar dan lain sebagainya. Sampai-sampai kelompok ini menuduh polisi tidak berpihak kepada mereka, tapi kepada perusahaan.

Humas PT SRL Muller Tampubolon, dalam pertemuan itu meminta pemerintah untuk menegakkan hukum. Yakni dengan menindak siapapun yang salah. Bila perusahaan salah, mereka rela ditindak. Tapi kalau pihak lain yang salah harus juga ditindak.

Berbagai tanggapan dan penjelasan pihak terkait dalam masalah sengketa lahan ini dijabarkan oleh masing-masing pihak. Intinya menyebutkan bahwa masing-masing institusi telah bekerja dengan baik sesuai tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) mereka masing-masing. Tapi konflik tidak juga reda. Bentrok fisik antara pihak perusahaan dan masyarakat sangat mungkin terjadi se-waktu-waktu, bila hal ini tidak segera diselesaikan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: