Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Hendra Wardhana

menyukai Anggrek Alam Indonesia | tidak suka rokok dan masakan pedas | @_hendrawardhana | wardhanahendra.blogspot.com

“Sasak Day”: Membaca Lombok dan Persatuan dari Yogyakarta

HL | 20 April 2013 | 18:02 Dibaca: 1155   Komentar: 13   7

Hari ini Yogyakarta kembali menunjukkan wajahnya sebagai rumah keberagaman Indonesia. Tak hanya di tanah ini jutaan orang dari berbagai daerah di Nusantara bertemu dan menjalin persahabatan indah, tapi juga karena di Yogyakarta segala macam budaya luhur Indonesia seolah menemukan rumah keduanya. Berbagai budaya dari penjuru negeri bisa ditatap di kota ini secara beriringan dengan budaya Jawa yang dipegang teguh oleh masyarakat Yogyakarta.

13664536171354797966Sasak Day. Yogyakarta, 20 April 2013.

Sabtu, 20 April 2013, di bawah langit mendung kota Yogya, mengambil tajuk “Sasak Day”, para pelajar, mahasiswa dan masyarakat Lombok di Yogyakarta menggelar aksi pertunjukkan budaya tanah kelahiran mereka di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara kota Yogya.

13664538191632519443

Berbagai macam bentuk budaya Lombok dan Nusa Tenggara Barat disajikan secara kolosal. Parade pakaian adat seperti songket hingga wayang Lombok berada di barisan terdepan mengiringi arak-arakan tradisi pernikahan masyarakat Lombok yang disebut Nyongkolan.

13664539631010910480

1366454321478702661Nyongkolan, Tradisi Pernikahan Suku Sasak, Nusa Tenggara Barat dipentaskan di Jalan Malioboro

13664544491866390041kirab budaya dan tradisi Lombok, Nusa Tenggara Barat

Tak hanya pakaian adat dan tradisi pernikahan, segala perlengkapan upacara Nyongkolan yang konon didatangkan langsung dari Lombok juga dipertunjukkan kepada masyarakat yang memenuhi Malioboro siang hingga sore ini. Berbagai pertunjukkan seni khas Lombok lainnya juga dipentaskan seperti atraksi adat serupa debus ditampilkan oleh seorang tetua yang mempertontonkan kekebalan tubuhnya dari tusukan dan irisan keris.

Pertunjukkan kolosal Sasak Day memberi kesan sepintas jika budaya Lombok memiliki kemiripan dengan budaya daerah sekitarnya seperti Jawa. Bahkan mengamati beberapa detail pakaian, motif dan perlengkapan hingga alat musik yang digunakan, budaya Lombok sangat dekat dengan budaya daerah tetangganya, Bali. Namun demikian, seperti halnya budaya-budaya lain, Lombok memiliki identitas budayanya sendiri yang kuat dan otentik seperti Gendang Beleq yang ditabuh terus menerus sepanjang jalan Malioboro.

1366454665216472806

136645490219968295

1366455118752893916Pertunjukan Gendang Beleq, musik khas Lombok dan NTB

Meskipun mengusung budaya Lombok dan NTB sebagai tema utamanya, Sasak Day rupanya menjadi ajang sinergi berbagai budaya Nusantara dengan hadirnya delegasi budaya dari beberapa daerah seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

1366455264834000663

1366455396680784878

13664555091711400691delegasi budaya dari berbagai daerah ikut mengisi Sasak Day 2013

Selain menjadi ajang perkenalan budaya dan promosi tahun kunjungan wisata Lombok, Sasak Day juga membawa pesan damai dari masyarakat Nusa Tenggara Barat dan daerah lainnya untuk Yogyakarta. Sebuah pesan yang sekali lagi menunjukkan betapa Yogyakarta selalu diharapkan menjadi rumah untuk keberagaman dan sinergi meski akhir-akhir ini berbagai masalah keamanan sedang menjadi sorotan di kota Yogyakarta.

13664556501651625881

Dari Yogyakarta, Sasak Day akhirnya tak hanya mengajak masyarakat untuk melihat Lombok dan budayanya, tetapi juga mengirim pesan bahwa keberagaman adalah sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan diterima bukan sebagai alasan pertikaian tapi sebagai alat persatuan. Damai Jogja, Damai Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lolo Sianipar, Sukses Menjalankan Bisnis …

Erri Subakti | | 23 October 2014 | 19:54

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Gesture …

Pm Susbandono | | 23 October 2014 | 19:05

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | | 23 October 2014 | 20:42


TRENDING ARTICLES

Kaesang: Anak Presiden Juga Blogger …

Listhia H Rahman | 5 jam lalu

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 7 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 10 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Wih, Sekarang Abdi Rakyat Bakalan Keteteran …

Ridha Harwan | 10 jam lalu

Antara Aku, Kompasiana dan Keindahan …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu

Sejarah Qatar, Juara Piala Asia U-19! …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 11 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: