Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Safrizal Mus

Penabuh Rapai Geleng, menyukai musik etnis, anak kampung yang belajar untuk pulang kampung. Aceh jiwaku

Pertikaian Selembar Lambang Bendera di Aceh

REP | 22 April 2013 | 22:28 Dibaca: 339   Komentar: 3   0

Teringat kembali masa komflik yang terjadi di aceh. masa dimana masyarakat yang banyak menanggung akibat dari konflik itu sendiri hingga jeda pada tahun 2004, itupun dikarnakan Tsunami melanda Aceh.

Namun apalah daya konflik itu mulai bergaung kembali, di mulai sejak tanggal 22 maret 2013 tepatnya ketika pengesahan bendera aceh. Aceh meuhambo (begolak) kembali, penggiat yang menamakan diri ALA ( Aceh Loser Antara ) dan ABAS ( Aceh Barat Selatan ) mulai mendapatkan angin segar untuk memperjuangkan pemecahan Propinsi Aceh menjadi 3 propinsi.

masih teringat kata dosen ketika saya mengikuti perkuliahan di Unersitas Serambi Mekkah. ” Gara-gara selembar kain merah itu! kita mulai memanas lagi, kucuran dana dari pusat masih tertahan untuk aceh. tok gara-gara selembar kain merah itu.?”

Duh ngerinya negeriku…

Bayangkan ketika pawai bendera berlambang bulan bintang di banda aceh, aceh barat malah pawai bendera Merah Putih yaitu bendera negara kita, di aceh tengah bendera bulan bintang di bakar dan di injak-injak. para pengamat waktu itu mulai berkoar lagi masalah aceh. TV Swasta mulai mendapatkan berita yang heboh, para pengamat masalah konflik aceh didatangkan tidak terkecuali Yusuf Kala yang turut mengomentari masalah bendera aceh.

banyak yang mencemooh dan ada juga yang mendukung. tapi apapun persoalannya, orang orang yang berada di atas supaya tidak mengambil sikap keras. kasihan kami masyarakat..

salam dari aneuk nanggroe

Tags: opini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukur Andoyo, Potret Ketulusan Pelayanan …

Andreas Pasolympia | | 03 March 2015 | 18:42

Perang Saudara di Irak Beralih ke Tikrit …

Dasman Djamaluddin | | 03 March 2015 | 21:19

Kompasiana Drive&Ride: ”Be Youthful, …

Kompasiana | | 26 February 2015 | 22:29

Batukaru, tentang Mendaki yang Mencoba …

Endah Lestariati | | 03 March 2015 | 17:51

Social Media dan Homo Socialis …

Hilman Fajrian | | 04 March 2015 | 08:05


TRENDING ARTICLES

Jokowi “Tegar” KMP Bubar Karena …

Gunawan | 3 jam lalu

Hak Angket untuk Ahok Rendahkan Wibawa DPRD …

Soleman Montori | 4 jam lalu

Memahami Gelengan Kepala Orang India… …

Mukti Ali | 7 jam lalu

Menanti #SaveAnggotaDPRD DKI Jakarta …

Muksalmina Mta | 11 jam lalu

Komentar Yuddy dan Romli Asal Bunyi …

Hendra Budiman | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: