Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Imi Suryaputera™

Pria, orang kampung biasa, Pendidikan S-3 (Sekolah Serba Sedikit)

Baru Rencana, Harga BBM Sudah Lama Naik

HL | 25 April 2013 | 16:10 Dibaca: 558   Komentar: 2   3

13669047561924699526

Ilustrasi/Admin (kompas.com)

Rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah, di daerah kami tak membuat warga resah. Apakah BBM jenis Solar, Bensin, maupun Minyak Tanah (Mitan) yang harganya mau dinaikkan, warga tampak biasa-biasa saja.

Harga BBM sudah lama naik.

Harga BBM jenis Solar, Bensin, maupun Mitan, sudah sangat lama naik di daerah kami. Harga Solar dan Bensin di SPBU; yang harga bersubsidinya dipatok seharga Rp 4.500 per liter, tak jarang dijual oleh pihak SPBU seharga Rp 4.700 per liter, apalagi bila yang membeli adalah para pengumpul yang akan dijual kembali ke pihak lain.

Bensin juga sama dijual seharga Rp 4.700 per liter, dijual ke para pedagang pengecer seharga diatas Rp 5.000, lalu dijual kepada para pembeli seharga antara Rp 6.000 hingga Rp 10.000 per liter, tergantung jarak antara pengecer dengan lokasi SPBU.

Adapun Mitan, justru tak jarang harganya lebih mahal dari jenis Solar dan Bensin. Rata-rata Mitan dijual seharga Rp 8.000 per liter.

Bensin murni tanpa oplosan.

Dengan lebih mahalnya harga Mitan melebihi harga Bensin, maka tidak mungkin pihak pedagang menjual Bensin yang dioplos dengan Mitan. Dulunya memang ada pedagang eceran yang jual Bensin eceran dengan oplosan Mitan.

Mencampur Solar dengan Mitan pun pasti tidak mungkin dilakukan, karena harga Solar juga dibawah harga Mitan, jelas rugi.

Perkara harga BBM akan naik, sudah biasa di daerah kami, di Kabupaten Tanah Bumbu; sebuah kabupaten yang termasuk dalam wilayah Propinsi Kalimantan Selatan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: