Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Desir Syairrindu

Bilamana aku kurang santun dalam bernasihat, ataukah kurang ramah dalam menyampaikan kebaikan, itu hanya sentilan selengkapnya

Kunjungan Syaikh Hasan dengan Pesan Untuk Pemuda

REP | 25 April 2013 | 17:29 Dibaca: 219   Komentar: 0   0

Kunjungan Syaikh Hasan dengan Pesan Untuk Pemuda
Syaikh Dr Hasan Abdul Hamid Bukhari saat di Maros.
(Foto: Maros.info)
Syaikh Dr. Hasan Abdul Hamid Bukhari Saat berkunjung ke Pesantren Darul Istiqamah Pusat, Maccopa Maros, Minggu (21/4/2013) lalu, dalam rangka kunjungan kerja ke Indonesia, Wakil Rektor Universitas Ummul Qura’ Makkah Saudi Arabia  tersebut mengunjungi Maros . Acara  dipusatkan di halaman kampus Sekolah Putri Darul Istiqamah,  Maccopa Maros. Dalam kunjungan yang singkat ini beliau memberikan pesan agar upaya para orang tua dan pendiri pesantren harus tetap dijaga, demi kelangsungan Pesantren Darul Istiqamah yang sudah berumur lebih dari 40 tahun. “Saya  bangga bisa ke Indonesia, bisa berkunjung ke negeri yang luar biasa, apalagi mengunjungi lembaga yang menjadi pusat pendidikan keislaman generasi muda ini,” ujar beliau.

Dalam jumpa yang singkat itu beliau juga berpesan yakni “Mari kita semua menyadari bahwa kita tidak sekadar menikmati Islam. Tapi ada orang yang berjuang, berjihad dan mengajarkan hukum syariah agar agama Islam senantiasa menghiasi pribadi muslim yang saat ini kita nikmati,” disamping itu Ia menambahkan, pengorbanan orangtua masa lalu harus menjadi inspirasi bahwa besok kita akan jadi orang tua dan akan punya tanggung jawab terhadap pembangunan generasi Islam saat ini dan masa akan datang. Ulama dulu menjaga Islam sehingga sampai dinikmati saat ini. Ada tiga poin yang perlu diketahui bersama. Orang tua kita menjaga dan berpegang teguh melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangannya.

Orangtua kita memiliki kesungguhan untuk mendidik kita semua.Mengajak kita mengamalkan agama Islam. Suatu kesungguhan yang luar biasa mereka memiliki kesabaran yang tinggi,” tambahnya. Hasan melanjutkan, orangtua mesti punya perhatian penuh pada anak-anak. Menjaga dari pengaruh lingkungan dengan pendidikan. Anak-anak berhak mendapat pencerahan pada agama Islam. Ini seakan mencerminkan fenomena global yang sedang menghantui Perjalanan Islam di Indonesia, Mungkin kita teringat pada kisah 5 siswi yang melecehkan Agama Islam yang bisa anda baca artikelnya disini moral kita seakan luntur oleh kejadian di atas, kejadian yang mencoreng nilai-nilai etika dan beragama kita.

Sumber :

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajib! Motor Berbahan Bakar Air …

Gapey Sandy | | 22 September 2014 | 09:51

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | | 22 September 2014 | 10:49

Baru Kali Ini, Asia Kembali Percaya …

Solehuddin Dori | | 22 September 2014 | 10:05

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | | 22 September 2014 | 10:49

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 10 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 11 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 14 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: