Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Totok Hartanto

Kudu tandang ora kudu kondhang, kepepete kondhang yo kudu tandang

Ulang Tahun Pasag Merapi Ke-12

REP | 28 April 2013 | 15:08 Dibaca: 109   Komentar: 0   1

1367136244192381107

Tanggal 21 April 2013 yang lalu bukan saja hari Kartini bagi masyarakat lereng Merapi, tetapi juga Ulang tahun PASAG MERAPI atau paguyuban siaga merapi yaitu paguyuban masyarakat yang berada dikawasan rawan bencana (KRB), baik kawasan rawan bencana 3,2, maupun 1,tepatnya di Dua propinsi dan 4 kabupaten yaitu propinsi Jawa tengah dan DI Yogyakarta dan Kabupaten Magelang,Boyolali,Klaten dan Sleman.

Acara yang dilaksanakan di sekretariat pasag merapi yaitu di kemiren srumbung magelang yang berlangsung sahari semalam itu cukup meriah dihibur dengan campursari dari jrakah boyolali dan malamnya kethoprak yang pemainnya dari teman teman Pasag sendiri, dihadiri oleh BPBD Boyolali, BPPTKG Yogyakarta, Komunitas komunitas yang ada dilereng Merapi dan juga camat, kepala desa setempat disamping anggota Pasag sendiri.

Format acara  biasa,namun berjalan dengan luar biasa acara dibawakan oleh suwaji (menggung) dan kawan dari boyolali, dibuka dengan doa, kemudian sambutan  dari Ketua umum Pasag Merapi Bp.Purwo Widodo sekaligus memaparkan sejarah, kegiatan pasag merapi hingga saat ini,kemudian acara dilanjutkan sambutan dari camat srumbung, Pasag Merapi itu berbeda dengan komunitas komuntas yang lain di lereng merapi, karena disamping tentang PRB dan lingkungan mereka juga aktif di pertanian dan peternakan”tuturnya. Dan sambutan yang terakhir dari kepala BPPTKG Yogyakarta yaitu bapak subandriyo, beliau mengucapkan selamat Ultah yg ke 12 untuk pasag merapi dan juga menceritakan kerja sama bpptkg dengan pasag merapi yang berlangsung sejak lama, tak lupa beliau juga memaparkan keadaan merapi yang sekarang beserta potensi ancamannya, sambutan ditutup dengan pemotongan tumpeng, yang dalam hal ini dilakukan oleh bapak subandriyo, disaksikan oleh tamu undangan.harapan kedepannya teman teman pasag merapi bisa lebih dewasa lebih kompak dalam segala hal.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 11 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | 8 jam lalu

Kesempatan Sadar …

Latania Aini | 9 jam lalu

Meriahnya Pembukaan Porseni BUMN 2014 …

Rizky Febriana | 9 jam lalu

Tumpengan dan Bedah Buku “Bertahan di …

Gaganawati | 10 jam lalu

Revolusi dari Desa, Pengalaman Nyata Bukan …

Partyedu | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: