Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Edi Abdullah

RIWAYAT PEKERJAAN. 1. DOSEN PADA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR TAHUN 2008-2011. 2.DOSEN PADA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR. selengkapnya

Ayu Azhari, Maharani, Daging Impor Atau Daging Mentah?

OPINI | 02 May 2013 | 07:27 Dibaca: 1121   Komentar: 5   1

sumber foto:nasionalkompas.com

secara mengejutkan tiba-tiba ayu azhari berada di kpk tadi sore rabu 1 mei 2013, namun kedatangan ayu azhari bukan untuk keperluan syuting film panas maupun sinetron namun dia datang ke Gedung KPK terkait memenuhi surat panggilan KPk sebagai saksi kasus suap impor daging sapi.

ayu azhari sendiri diperiksa penyidik KPK selama 6 jam dan dalam keterangannya ayu azhari membanta mengetahui atau turut serta terlibat dalam kasus suap impor daging sapi.

dan disisi lain ayu azhari mengenal ahmad fathana nqmun hanya sebatas teman,

kompasianer membahas persoalan daging di negara ini memang tiada habisnya mulai dari daging ayam tiren,daging celeng, daging sapi dan terakhir daging mentah dan muda-mudahan ayu azhari tidak terlibat skandal daging menta.sedangkan perbedaan daging daging tersebut adalah:

  1. daging ayam tiren adalah daging ayam yg sudah mati kemarin namun tetap dijual kepada masyarakat dengan mengelabuinya bahwa daging tersebut masi segar. dan rasanya daging ayam segar.
  2. daging celeng adalah daging yg dujual oleh penjual nakal dipasar seolah olah daging itu adalah daging sapi tapi faktanya daging tersebut adalah daging babi hutan.
  3. daging sapi adalah sala satu daging yg sangat dibutuhkan oleh masyarakat demi memenuhi kebutuhan hidup dan kesehatan.
  4. daging mentah silahkan kompasianer memberikan defenisi.he he he…………………………….

sedangkan perbedaan keempat daging tersebut adalah dari cita rasanya………………………….



sebelumnya, kasus  impor daging sapi ini ikut juga menyeret mahasiswi cantik  maharani yang ditangkap tangan kpk dihotel lle meredian bersama ahmad fathana masi menimbulkan tanda tanya tentang posisi mereka pada saat tertangkap tangan, dalam jumpa pers rani pada hari selasa 5 februari 2013. menjelaskan bahwa dia tidak tertangkap dikamar namun di cafe hotel le meredian.namun pada hari rabu 6 februari 2013 saat abraham samad dikonfirmasi digedung DPR menyatakan bahwa rani ditangkap dikamar hotel bersama ahmad fathana.

dan hal ini diperkuat keterangan petugas sekurity hotel dan anggota KPK yang namanya tidak mau dipublish .menyatakan bahwa rani dan ahmad fathana ditangkap dihotel dalam keadaan setengah telanjang setela pintu hotel dibuka paksa.  bahkan sebelum pintu dibuka dari dalam kamar sempat terdengar suara-suara aneh. he he he

.kita kembali kasus gratifikasi seks dalam undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo undang-undang no.20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi .persoalan gratifikasi sudah dimuat dalam pasa 12 b dan pasal 12 c. dalam pasal 12 disebutkan setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggaara dianggap pemberian suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya dengan ketentuan sebagai berikut yang nilainya 10 juta atau lebih pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan merupakan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi sedangkan yang nilainya kurang dari 10 juta pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap dilakukan oleh penuntut umum.sedangkan pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima gratifikasi adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 200.000.000 dan paling banyak 1000.000.000 (satu milyar rupiah) dalam pasal 12 penerima gratifikasi wajib melaporkan ke kpk kurang lebih 30 hari sejak menerima gratifikasi tersebut.kalau kita melihat kasus rani maka itu bukan gratifikasi seks karna ahmad fatana bukan penyelenggara negara maupun pegawai negeri yang punya jabatan atau kewajiban . tapi ahmad fatana adalah laki laki hidung belang yang ingin mendapatkan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 12 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 13 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Batas Maksimal Usia Pelamar Kerja Harus …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Pernikahan dan Segala Suka Dukanya …

Sam Edy Yuswanto | 9 jam lalu

Sang Pengawal Lumbung Pangan …

Alfi Rahmadi | 9 jam lalu

Kiprah Anak Band Untuk Sesama …

Agung Han | 9 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: