Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Abinoam

menjadi berkat bagi semua orang :)

Pacaran Kudus Itu Wajib ;)

REP | 03 May 2013 | 15:33 Dibaca: 154   Komentar: 0   0

Mengapa Harus Pacaran yang Kudus?

Pacaran yang kudus itu pacaran yang seperti apa?
Kita harus terlebih dahulu apa yang dimaksudkan dengan “Pacaran yang Kudus”. Pacaran yang kudus adalah pacaran dengan menjaga kekudusan diri kita dengan tidak menodainya dengan melalukan hubungan intim. Hubungan intim yang saya maksud adalah hubungan yang seharusnya hanya dilakukan oleh pasangan suami istri yang sudah resmi menikah. Hubungan intim yang dimaksud bukan hanya hubungan seks, tetapi juga termasuk berciuman dan semacamnya. Mungkin sebelum melanjutkan membaca bisa coba melihat kisah nyata tentang hubungan yang kudus yang memang benar - benar bisa dilakukan di First Kiss.
Alasan mengapa menjalin pacaran yang kudus
1 Petrus 1:16, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 1 Korintus 6:19, Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Kedua ayat tersebut merupakan alasan utama mengapa kita harus hidup kudus, terutama dalam hubungan pacaran yang sedang kita bahas. Kira harus kudus karena Allah adalah kudus dan kita merupakan bait Roh Kudus Allah, jadi jangan sampai Roh Kudus yang ada di dalam kita didukakan.
Alasan lain yang juga penting adalah agar tidak terjadi pertengkaran atau permasalahan di kemudian hari, terutama pada saat hubungan pernikahan. Banyak hubungan pernikahan yang hancur sebenarnya karena hubungan pranikah yang tidak kudus. Mungkin banyak yang bingung, apa hubungannya pacaran yang tidak kudus dengan permasalahan dalam hubungan pernikahan nantinya? Pada saat seseorang menjalani hubungan pacaran yang tidak kudus, yang laki-laki akan berkata jauh di dalam lubuk hatinya “Jika dia dengan laki-laki lain, pasti dia juga mau melakukan ini dengan laki-laki lain tersebut”, begitu juga sebaliknya dengan perempuan. Prasangka ini tidak akan muncul atau mungkin terpikirkan pada saat melakukan hubungan tersebut, namun akan tersimpan jauh di dalam lubuk hati dan menjadi “luka kecil” yang nantinya bisa saja membesar pada saat hubungan pernikahan dijalani. “Luka kecil” ini adalah luka ketidakpercayaan terhadap pasangan dan sangat berbahaya dalam hubungan pernikahan nantinya.
Bagaimana jika sudah terlanjur melakukan hubungan pacaran yang tidak kudus?
Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana jika sudah  terlanjur menjalaninya? Yang pertama kali harus dilakukan adalah minta ampun kepada Tuhan atas semua yang sudah dilakukan dan berkomitmen untuk tidak melakukannya lagi untuk yang masih dalam tahap pacaran. Selanjutnya adalah mengampuni pasangan agar “luka kecil” yang sebelumnya telah saya sebutkan tadi dapat terselesaikan dan tidak menjadi sarana untuk iblis bekerja. Dengan mengampuni dan membersihkan “luka kecil” yang sudah ada berarti membentengi diri kita sendiri sehingga iblis tidak dapat bekerja karena iblis tidak dapat bekerja jika tidak ada luka di hati kita.
Bagaimana jika terasa sangat sulit untuk bisa lepas, adakah solusinya?
Ada banyak yang sebenarnya tahu kalau pada hubungan pacaran tidak boleh ada hubungan yang tidak kudus, bahkan mereka tahu kalau ciuman saja tidak boleh, namun sayangnya walaupun tahu namun mereka sulit untuk dapat lepas. Apakah ada solusinya untuk dapat lepas? Solusinya biasanya sangat sederhana, tergantung apakah orang tersebut mau datang pada solusi tersebut, solusinya adalah “pintu keluar”. Pintu keluar yang dimaksud benar - benar pintu keluar dalam artian yang sebenarnya. Pada saat berdua di kamar, di rumah, di mobil, di manapun itu yang dapat membuat kita jatuh ke dalam dosa perzinahan, selalu ada pintu keluar yang tersedia, kita hanya perlu melangkah dari pintu keluar tersebut. Intinya adalah jangan pernah kita menempatkan diri pada situasi yang dapat membuat kita jatuh ke dalam dosa tersebut
Selamat menjalani hubungan pacaran yang kudus di mata Tuhan. Jesus Bless Us.
Sumber : @tanyaalkitab

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 16 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 18 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 19 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 19 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: