Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ahmed Tsar Blenzinky

Ingin menjadi penulis multi talenta..... Ikuti @AhmedTsar

Perbudakan Modern di Tangerang

REP | 04 May 2013 | 01:16 Dibaca: 2351   Komentar: 86   27

Beberapa korban penyekapan yg telah dikeluarkan dari pabrik (Sumber foto: Twitter @reifirdha

Beberapa korban penyekapan yg telah dikeluarkan dari pabrik (Sumber foto: Twitter @reifirdha)

Ruangan itu nampak berbentuk bujur sangkar 40×40 M, tanpa jendela, hanya 1 WC. Tertutup, bau, pengap dan kotor. Di dalamnya terlihat tali-temali gantungan baju dengan beberapa helai pakaian tersampir. Dinding-dinding kamar kotor, dipenuhi dengan lumut. Lantai hanya beralaskan tikar-tikar tipis dan lusuh. Di ruangan ini “mereka tidur berdesakan, sampai tidak bisa selonjoran,” kata Syamsul Munir kepada Kompas.


Syamsul Munir adalah aktivis Kontras yang ikut mengerebek penyekapan sekitar 30 buruh pabrik wajan di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak, Tangerang, Banten, Jumat (3/5/2013) sore. Selain Munir, ada juga Kepolisian Polresta Kota Tangerang.


di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan sementara korban perbudakan modern sebanyak 40 korban. Mereka rata-rata berusia 20 tahun, 5 diantaranya berusia di bawah 18 tahun. Adapun kondisi mereka semuanya tidak menggunakan baju dengan  seluruh badan terbakar legam karena efek mengolah limbah timah

Mereka kerap dianiaya dan dipaksa kerja lebih keras oleh pemilik perusahaan. Selain itu pemilik juga membayar upah sangat murah yaitu Rp 600 ribu per bulan dengan jam kerja mulai pukul 06.00 – 18.00 WIB setiap harinya.

Syukur, mereka segera terbebaskan. Awal mulanya ada dua buruh yang kabur dari pabrik wajan bernama Andi (19) dan Junaedi (20). Lalu mereka segera mengadu ke kepolisian. Berdasarkan aduan mereka berdua, Mabes Polri, dan Polda Metro Jaya bersama Komnas HAM segera mendatangi dan membebaskan para korban perbudakan Ju’at siang.

Butuh bantuan

Saat ini para korban perbudakan sangat butuh bantuan dari para donatur (bisa jadi Anda sekalian) berupa baju, peralatan mandi, makanan, uang untuk bekal serta apapun yang berguna bagi mereka. Bantuan pakaian dan lain-lain bisa dikirim ke kantor Kontras Jalan Borobudur 14 Menteng tlp 021-3926983. Sebagian bantuan akan diantarkan ke korban besok, Sabtu di Polres Tiga Raksa Tangerang.

dsd

Ruangan penyekapan di pabrik Kuali (Sumber foto: Twitter @reifirdha)

Sumber Data: Twitter @Kontras


Tags: hariburuh

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Anak Sering Kencing (Bukan Anyang-anyangan) …

Ariyani Na | | 20 August 2014 | 18:03

Obat Benjut Ajaib Bernama Beras Kencur …

Gaganawati | | 20 August 2014 | 14:45

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dapur Umum di Benak Saya …

Itno Itoyo | 10 jam lalu

Bonsai MK dan KPU, Berharap Rakyat Cueki …

Sa3oaji | 11 jam lalu

Menunggu Aksi Kenegarawanan Hatta Rajasa …

Giens | 12 jam lalu

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 16 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: