Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Rony Marif

Suka membaca, kurang suka menulis

Nasib Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 di Riau

OPINI | 06 May 2013 | 16:17 Dibaca: 457   Komentar: 4   1

Beberapa hari belakangan, media-media di Provinsi Riau tidak lepas dari berita Keputusan Menpora Roy Suryo yang membatalkan Pelaksanaan Islamic Solidarity Game (ISG) ke-3 yang rencananya akan dilaksanakan di Riau.

Pelaksanaan PON terakhir di Riau memang masih menyisakan masalah dimana dua arena disegel oleh Kontraktor (salah satunya Main Stadium yang megah dan mahal itu) lantaran Pemerintah Provinsi masih nunggak Rp. 200 miliar. Tentu uang sebanyak itu tidak akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat oleh Pemprov Riau. Dan juga pelaksanaan ISG bentrok dengan Pilkada Gubernur Riau jika dilakukan di Bulan September 2013.

Kontra di antara para pejabat dan tokoh-tokoh Riau tidak terelakkan. Sebut saja Anggota DPD asal Riau Muhammad Gozali, Lc mengatakan Menpora telah injak Marwah Riau“. Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Riau Noverius menyalahkan pejabat daerah yang lebih mementingkan pemilihan gubernur (diantaranya Syamsurizal Ketua Panitia Daerah ISG mantan Bupati Bengkalis yang juga Itwasda Prov. Riau yang sedang sibuk menggalang dukungan untuk maju sebagai Gubernur).

Bahkan Syamsurizal sendiri mengatakan “Mempora pembohong“, namun akhirnya pernyataan tersebut ia  tarik  kembali setelah diancam dipidanakan dan ia akhirnya menyampaikan permohonan maaf tertulis kepada Menpora.

Belum lagi tidak harmonisnya Pemprov Riau dengan Kota Pekanbaru sebagai tuan Rumah imbas dari Pilkada Kota Pekanbaru sebelumnya. Hingga status tersangka Gubernur Riau sebagai Ketua ISG oleh KPK.

Gubernur Rusli Zainal mungkin sangat terpukul, seperti yang dikatakannya di media beberapa hari lalu bahwa statusnya sebagai tersangka seharusnya tidak dipermasalahkan karena Pemprov Riau adalah sebuah sistem bukan pribadinya.

Kabar bahwa akan dilaksanakan Demo mulai di rencanakan, tujuh ribu masa akan melakukan Demo menentang keputusan Roy Suryo tersebut.

Saya sendiri sebagai warga Riau, sebetulnya ikut kecewa dengan keputusan Roy Suryo membatalkan ISG di Riau. Boleh saja inftrasturkur belum siap, atau beberapa kendala-kendala lainnya yang masih begitu banyak, namun membatalkan dengan sepihak tanpa solusi bagi Riau tentu masalah lain.

Berilah solusi misalnya dengan Pelaksanaan ISG dilaksanakan di dua tempat mungkin Jakarta dan Riau atau minimal menunda pelaksanaan ISG sampai Riau benar-benar Siap melaksanakannya.

Ini mungkin sebagai pelajaran bagi elit-elit Pejabat Riau untuk mengesampingkan egonya masing-masing agar hal-hal seperti ini tidak terulang kembali dan agar uang rakyat dari APBD yang sudah dikeluarkan untuk proses persiapan ISG tidak terbuang begitu saja.

Salam CINTA, tetap beKERJA menjaga keHARMONIan Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 14 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 14 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 17 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: