Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Rony Marif

Suka membaca, kurang suka menulis

Nasib Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 di Riau

OPINI | 06 May 2013 | 16:17 Dibaca: 458   Komentar: 4   1

Beberapa hari belakangan, media-media di Provinsi Riau tidak lepas dari berita Keputusan Menpora Roy Suryo yang membatalkan Pelaksanaan Islamic Solidarity Game (ISG) ke-3 yang rencananya akan dilaksanakan di Riau.

Pelaksanaan PON terakhir di Riau memang masih menyisakan masalah dimana dua arena disegel oleh Kontraktor (salah satunya Main Stadium yang megah dan mahal itu) lantaran Pemerintah Provinsi masih nunggak Rp. 200 miliar. Tentu uang sebanyak itu tidak akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat oleh Pemprov Riau. Dan juga pelaksanaan ISG bentrok dengan Pilkada Gubernur Riau jika dilakukan di Bulan September 2013.

Kontra di antara para pejabat dan tokoh-tokoh Riau tidak terelakkan. Sebut saja Anggota DPD asal Riau Muhammad Gozali, Lc mengatakan Menpora telah injak Marwah Riau“. Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Riau Noverius menyalahkan pejabat daerah yang lebih mementingkan pemilihan gubernur (diantaranya Syamsurizal Ketua Panitia Daerah ISG mantan Bupati Bengkalis yang juga Itwasda Prov. Riau yang sedang sibuk menggalang dukungan untuk maju sebagai Gubernur).

Bahkan Syamsurizal sendiri mengatakan “Mempora pembohong“, namun akhirnya pernyataan tersebut ia  tarik  kembali setelah diancam dipidanakan dan ia akhirnya menyampaikan permohonan maaf tertulis kepada Menpora.

Belum lagi tidak harmonisnya Pemprov Riau dengan Kota Pekanbaru sebagai tuan Rumah imbas dari Pilkada Kota Pekanbaru sebelumnya. Hingga status tersangka Gubernur Riau sebagai Ketua ISG oleh KPK.

Gubernur Rusli Zainal mungkin sangat terpukul, seperti yang dikatakannya di media beberapa hari lalu bahwa statusnya sebagai tersangka seharusnya tidak dipermasalahkan karena Pemprov Riau adalah sebuah sistem bukan pribadinya.

Kabar bahwa akan dilaksanakan Demo mulai di rencanakan, tujuh ribu masa akan melakukan Demo menentang keputusan Roy Suryo tersebut.

Saya sendiri sebagai warga Riau, sebetulnya ikut kecewa dengan keputusan Roy Suryo membatalkan ISG di Riau. Boleh saja inftrasturkur belum siap, atau beberapa kendala-kendala lainnya yang masih begitu banyak, namun membatalkan dengan sepihak tanpa solusi bagi Riau tentu masalah lain.

Berilah solusi misalnya dengan Pelaksanaan ISG dilaksanakan di dua tempat mungkin Jakarta dan Riau atau minimal menunda pelaksanaan ISG sampai Riau benar-benar Siap melaksanakannya.

Ini mungkin sebagai pelajaran bagi elit-elit Pejabat Riau untuk mengesampingkan egonya masing-masing agar hal-hal seperti ini tidak terulang kembali dan agar uang rakyat dari APBD yang sudah dikeluarkan untuk proses persiapan ISG tidak terbuang begitu saja.

Salam CINTA, tetap beKERJA menjaga keHARMONIan Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Burung tentang Bandung: Superhero …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 14:15

Ikhlas, Kunci Ibu Bisa Bahagia …

Sekar Sari Indah Ca... | | 20 December 2014 | 13:33

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Mazagran: Lahir dari Perang, Lalu …

Kopi Keliling | | 20 December 2014 | 13:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 8 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 9 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: