Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Setiawan Widiyoko

setelah menulis pikiran menjadi Plong, Menulis wujud Curhatan Hatiku Blog :http://setiawanopinion.blogspot.com/

Permohonan Maaf Kepada Persijap

REP | 06 May 2013 | 19:20 Dibaca: 4135   Komentar: 19   0

Menindaklanjuti pemberitaan di http://regional.kompasiana.com/2013/05/06/bentrok-suporter-psis-6-tewas-553227.html yang di up load penulis pada hari senin, 6 mei 2013 pukul 02.02 WIB di kompasiana.com yang saat ini sudah di baca kurang lebih 56.001 pembaca bahkan akan semakin banyak lagi dengan 53 komentar. Ada beberapa tulisan penulis yang perlu di Klarifikasi yaitu bahwa kejadian Bentrok antara PSIS dan warga desa Godong tidak ada campur tangan dengan suporter Jepara. Bentrok tersebut murni antara warga Godong, klampok, Bugel dll degan suporter PSIS.

1367842503727258479

Cetak kuning : statemen yang di Klarifiaksi

Tidak mengurangi rasa hormat ijinkan saya meminta maaf kepada

1. 1. General Manager Persijap Jepara Muhammad Said Basalamah

2. 2. Pengelola Acoun Facebook “Jepara hari ini “ dan pengikutnya

3. 3. Seluruh masyarakat Jepara

4. 4. Serta para kompasianer yang telah membaca tulisan penulis.

Perlu diketahui bahwa sejak insiden tersebut terjadi pada hari senin 5/5/13 sekitar pukul 18.30 WIB suporter PSIS berlarian hingga masuk ke desa penulis. Setelah saat itu penulis memantau segala perkembangan sedetik, semenit, sejam, bahkan sampai berita ini ditulis kembali. Penulis berharap bahwa persepak bolaan yang ada di jawa tengah seyogyanya mengedepankan profisionalisme, sportif, silaturahim, persaudaraan serta dalam rangka menghidupkan persepakbolaan yang ada didaerah. Kejadian bentrok PSIS dengan warga Godong seharusnya menjadi percontohan untuk persebakbolaan di Indonesia akan manajemen yang lebih baik, termasuk pengelola suporter pengikut pelu dibekali ilmu pengetahuan, attitude, etika, mengedapankan Norma, menjalankan Hukum sebagai aturan untuk hidup lebih baik dimasyarakat, sehingga tidak adalagi yang namanya bentrok antar suporter.

Proses Evakuasi saat ini sudah berjalan lancar, dengan bantuan dari POLDA Jateng, Polres Demak, Polres Kudus, BRIMOB, TNI dari kesatuan 410 Alugoro Blora, 400 Benteng Raider. Mereka memfasilitasi untuk melakukan mediasi antara warga Godong dengan PSIS. Kami ikut bersyukur atas kesuksesan dalam mediasi. Kami menginkan untuk hidup damai tanpa adanya permusuhan, perlawanan dalam sebuah pertandingan olah raga berlaku hanya dilapangan saja, setelah keluar dari lapangan maka semua harus berlapang dada untuk menerima konsekuansi hasil yang diperoleh dalam pertandingan tersebut.

Penulis juga menyarankan bahwa pasca mediasi tidak ada yang namanya kegiatan Sweping baik di Grobogan maupun di Semarang, Plat “ K “ ( Karisidenan Pati meliputi Grobogan, Blora, pati, Jepara, Kudus dan Rembang ) plat “H “ ( Semarang ). Semua adalah saudara, Bhinneka tunggal Ika ( meskipun berbeda tetapi tetap satu jua ) kita ini bangsa yang beradap bukan bangsa yang biadab.

Sekali lagi penulis memohon maaf kepada publik atas tulisan yang tidak sesuai dengan fakta. Tidak ada niatan sama sekali untuk mengadu domba antar suporter namun penulis berharap kedamaian, saling sayang menyanyangi, selamat menyelamatkan, saling kasih mengasihi.

Email : setiawan.wd@gmail.com

Salam

Setiawan Widiyoko, ST, SH

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 11 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 12 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: