Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Wjogja

Berani hidup dan berani mati, berani senang dan berani susah, berani sukses dan berani gagal. selengkapnya

Kelemahan e-KTP kita jika bener pakai RFID, Membuka Peluang Kejahatan

OPINI | 07 May 2013 | 18:55 Dibaca: 1197   Komentar: 12   1

Suatu hari di Pintu Keluar Bandara Soekarno Hatta:

“Maaf, apakah ini dengan Mbak Shinta?”

“Ya? Benar” Shinta agak terheran

“Selamat Ulang Tahun Mbak…”

“Ehm… maaf, Masnya ini siapa ya ?”

“Ah, mosok lupa sama saya… Saya kan anaknya Eyang Subooer. Ok, nanti saya jelaskan. Saya ditugasi menjemput Mbak Shinta untuk mengantar ke Solo, silahkan…”

“Ehm… ???  Bingung???” Akhirnya ikut juga karena merasa sudah kenal.

Mobil Fortuner itu langsung meluncur ke kota Jakarta membawa Shinta, dengan umur 18 tahun, dengan tanggal lahir 07 Mei, status single, tempat lahir solo, dengan alamat jl solo no 03 rt3 rw1 Surakarta.

Semua data Shinta terdeteksi, semua data ditelanjangi oleh Penjahat yang menggunakan Ultrascanner yang mendeteksi RFID yang terdapat dalam KTP Shinta dari jarak jauh.

Shinta yang TKW dari Saudi ini tertipu luar dalam! Gara-gara e-ktp dengan teknologi RFID (Contacless).

Teknologi scanner nantinya tidak hanya dimiliki kecamatan atau kelurahan, tetapi juga Bank, baik Bank Besar maupun Bang Subor tentunya. Dikominasi dengan Ultrascanner, teknologi ini bisa digunakan polisi keamanan maupun penjahat!

Jika bener kata Pak Mentri bahwa e-ktp pakai RFID, itulah resikonya. Privasi ditelanjangi!

Suatu saat mungkin e-ktp akan ditarik lagi bila bener pakai RFID.

Lalu, anggarannya bagaimana ?

Seharusnya lebih aman menggunakan teknologi yang dipakai KARTU KREDIT INTERNATIONAL atau cukup dengan magnetik.

Bank tidak akan berani menggunakan RFID! Data Nasabah bisa dibobol dari jarak jauh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 14 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 16 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 13 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 13 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 14 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: