Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Wjogja

Berani hidup dan berani mati, berani senang dan berani susah, berani sukses dan berani gagal. selengkapnya

Kelemahan e-KTP kita jika bener pakai RFID, Membuka Peluang Kejahatan

OPINI | 07 May 2013 | 18:55 Dibaca: 1170   Komentar: 12   1

Suatu hari di Pintu Keluar Bandara Soekarno Hatta:

“Maaf, apakah ini dengan Mbak Shinta?”

“Ya? Benar” Shinta agak terheran

“Selamat Ulang Tahun Mbak…”

“Ehm… maaf, Masnya ini siapa ya ?”

“Ah, mosok lupa sama saya… Saya kan anaknya Eyang Subooer. Ok, nanti saya jelaskan. Saya ditugasi menjemput Mbak Shinta untuk mengantar ke Solo, silahkan…”

“Ehm… ??? ┬áBingung???” Akhirnya ikut juga karena merasa sudah kenal.

Mobil Fortuner itu langsung meluncur ke kota Jakarta membawa Shinta, dengan umur 18 tahun, dengan tanggal lahir 07 Mei, status single, tempat lahir solo, dengan alamat jl solo no 03 rt3 rw1 Surakarta.

Semua data Shinta terdeteksi, semua data ditelanjangi oleh Penjahat yang menggunakan Ultrascanner yang mendeteksi RFID yang terdapat dalam KTP Shinta dari jarak jauh.

Shinta yang TKW dari Saudi ini tertipu luar dalam! Gara-gara e-ktp dengan teknologi RFID (Contacless).

Teknologi scanner nantinya tidak hanya dimiliki kecamatan atau kelurahan, tetapi juga Bank, baik Bank Besar maupun Bang Subor tentunya. Dikominasi dengan Ultrascanner, teknologi ini bisa digunakan polisi keamanan maupun penjahat!

Jika bener kata Pak Mentri bahwa e-ktp pakai RFID, itulah resikonya. Privasi ditelanjangi!

Suatu saat mungkin e-ktp akan ditarik lagi bila bener pakai RFID.

Lalu, anggarannya bagaimana ?

Seharusnya lebih aman menggunakan teknologi yang dipakai KARTU KREDIT INTERNATIONAL atau cukup dengan magnetik.

Bank tidak akan berani menggunakan RFID! Data Nasabah bisa dibobol dari jarak jauh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: