Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Okahfight

praktisi pendidikan di sebuah sekolah terpencil di Banjarnegara.

Debat Cagub Jateng : No 1 Nggreyem, 2 Kocak, 3 Semangat

OPINI | 10 May 2013 | 21:20 Dibaca: 1209   Komentar: 16   1

Nonton debat cagub Jateng,  saya prediksi bakal membosankan.  Debat cagub tetangga monoton dan tidak menarik.  Ternyata Jateng beda.  Cagubnya saling melengkapi.  Sehingga suasana gayeng berjalan alami.   Perlu Anda ketahui, ada 3 pasangan cagub dan cawagub Jateng.  Nomor 1 HP - Don yang disengkuyung PKS cs,  Nomor 2 Bibit - Sudjiono dari Golkar cs, dan Nomor 3 dari PDIP.

Suasana kocak tentu miliknya Bibit Waluyo.  Ceplas ceplos dalam menjawab pertanyaan sering mengundang tawa.  Keluguan Bibit ini menjadikan suasana bertambah asik.  Hadi Prabowo dengan suaranya sebenarnya serak - serak basah.  Mirip penyanyi terkenal dari Jakarta.  Sayang monoton tanpa lagu bicara.  Dalam bahasa Jawanya : lempeng.  Sedang Ganjar terlihat cukup percaya diri.  Nada bicaranya mirip aktivis mahasiswa.

Cawagub yang mendampingi Hadi Prabowo adalah Don Murdono.  Gaya bicaranya mirip komandan militer.  Suaranya mantap dan tegas.  Prof Sudjiono pendamping Bibit Waluyo nampak masih malu - malu.  Beliau kurang greget dalam menjawab pertanyaan.  Untuk Heru Sudjatmoko,  gaya bicaranya agak condong seperti Ganjar.  Lumayan enak didengar.

Program yang diusung ketiganya hampir mirip.  HP - Don menitikberatkan pada sinkronisasi data dan kordinasi antara pemprov dengan pemkab/pemkot.  Bibit masih ajeg mengusung tagline lama Bali Ndeso,  Mbangun Ndeso.  Sedangkan Ganjar Heru melakukan adaptasi dari KJS dan KJP dengan mengeluarkan kartu petani dan kartu nelayan.

Monggo masyarakat Jawa Tengah menilai.  Saya juga berdomisili di Jawa Tengah.  Pilihan saya sudah jelas.  Kepriwe karepe ko,  sing ati - ati,  aja asal coblos …

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Miss Sarah Ballard, Guru Inggris Madrasah …

Eddy Roesdiono | | 18 September 2014 | 12:24

Kritik kepada Mahfud MD …

Hendra Budiman | | 18 September 2014 | 13:21

Memperluas Keterbacaan Kompasiana Melalui …

Pepih Nugraha | | 18 September 2014 | 15:37

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 9 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bawang putih, Penangkal Setan dan Halusinasi …

Mawalu | 7 jam lalu

Mengkritisi Struktur Kabinet Jokowi-JK …

Rusdianto Sudirman | 7 jam lalu

Bahagiaku …

Zahrah Al Syitaa | 8 jam lalu

Mendukung Pilkada Langsung untuk Pembangunan …

Muhammad Rezanda Al... | 8 jam lalu

Amnesti Bersyarat, Pemerintah Akan Lebih …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: