Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Okahfight

praktisi pendidikan di sebuah sekolah terpencil di Banjarnegara.

Debat Cagub Jateng : No 1 Nggreyem, 2 Kocak, 3 Semangat

OPINI | 10 May 2013 | 21:20 Dibaca: 1205   Komentar: 16   1

Nonton debat cagub Jateng,  saya prediksi bakal membosankan.  Debat cagub tetangga monoton dan tidak menarik.  Ternyata Jateng beda.  Cagubnya saling melengkapi.  Sehingga suasana gayeng berjalan alami.   Perlu Anda ketahui, ada 3 pasangan cagub dan cawagub Jateng.  Nomor 1 HP - Don yang disengkuyung PKS cs,  Nomor 2 Bibit - Sudjiono dari Golkar cs, dan Nomor 3 dari PDIP.

Suasana kocak tentu miliknya Bibit Waluyo.  Ceplas ceplos dalam menjawab pertanyaan sering mengundang tawa.  Keluguan Bibit ini menjadikan suasana bertambah asik.  Hadi Prabowo dengan suaranya sebenarnya serak - serak basah.  Mirip penyanyi terkenal dari Jakarta.  Sayang monoton tanpa lagu bicara.  Dalam bahasa Jawanya : lempeng.  Sedang Ganjar terlihat cukup percaya diri.  Nada bicaranya mirip aktivis mahasiswa.

Cawagub yang mendampingi Hadi Prabowo adalah Don Murdono.  Gaya bicaranya mirip komandan militer.  Suaranya mantap dan tegas.  Prof Sudjiono pendamping Bibit Waluyo nampak masih malu - malu.  Beliau kurang greget dalam menjawab pertanyaan.  Untuk Heru Sudjatmoko,  gaya bicaranya agak condong seperti Ganjar.  Lumayan enak didengar.

Program yang diusung ketiganya hampir mirip.  HP - Don menitikberatkan pada sinkronisasi data dan kordinasi antara pemprov dengan pemkab/pemkot.  Bibit masih ajeg mengusung tagline lama Bali Ndeso,  Mbangun Ndeso.  Sedangkan Ganjar Heru melakukan adaptasi dari KJS dan KJP dengan mengeluarkan kartu petani dan kartu nelayan.

Monggo masyarakat Jawa Tengah menilai.  Saya juga berdomisili di Jawa Tengah.  Pilihan saya sudah jelas.  Kepriwe karepe ko,  sing ati - ati,  aja asal coblos …

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 8 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 8 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 9 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 10 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: