Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ofa Daryudi

menjadi pribadi yang peka itu tidaklah sulit

Fathonah, Model Seksi dan Uang 25 Juta

OPINI | 10 May 2013 | 06:47 Dibaca: 1523   Komentar: 11   2

Memang dalam dunia perpolitikan kini tidak asing lagi dengan nama penyelundupan, dan korupsi. Konflik seperti itu memang tidak akan sepenuhnya lepas dari tayangan media, dikarenakan merosotnya moral bangsa. Akhir-akhir ini banyak dari sosial media yang membicarakan tentang fathonah.

Siapa itu fathonah,,???

Bagaimana keadaan indonesia sekaang,,??

Dia adalah seseorang terdakwa kasus kuota impor daging sapi yang sedang marak di bicarakan di media. Kasus sepeti ini memang sulit untuk di selesaikan secara tuntas karena ada permainan di setiap kasus seperti ini. Dalam hal ini fathonah banak menyeret dari kalangan wanita seksi mulai maharani, ayu azhari, dan sekarang yang lagi marak di bicaraka di media adalah seorang model majalah dewasa vitalia sesha. Di lihat dari keseluruhan, fathonah ini mengajaknya menikah tapi karena si cewek tidak mau maka ia jadikan kambing sebagai umpan sang naga. Ungkapan maharani setelah di sitanya barang-barang berharga pemberian dari fathonah ,”saya tidak tahu menahu soal kasus ini yang saya tahu,dia ini adalah sesosok malaikat buat saya” dari pengakuan vita ia dulunya di ajak menikah tapi menolaknya. Mulai dari situ vita mulai di aliri barang-barang berharga seperti mobil, jam, serta perhiasan mewah lainnya.

Partai politik PKS kini mendapat guncangan besar perihal kasus yang menimpa saudara fathonah. Nama PKS sedikit demi sedikit tergeser dari pandangan masyarakat. Fathonah ini bisa di katakn playboy, dan wanita yang dipilihnya pun tergolong cantik dan seksi. Apakah seperti ini kader-kader dari perpolotikan PKS, jika hal ini berlanjut mau jadi apa perpolitikan indonesia ini. Partai islam kini tidak menjamin baik seutuhnya, semua sama saja. Bahkan fathonah memberi uang 25 juta secara Cuma-Cuma terhadap vita katanya sih buat suntik kecantikan. Menurut vita fathonah ini adalah sesosok tokoh pengusaha yang dermawan, dan bagaikan malikat baginya.

Semua ini memang terlihat real, tapi hal itu bisa saja permainan publik yang sebenarnya mereka tahu sama tahu. Mungkin saat ini rakyat tidak mengetahui akan hal itu , antara permainan dan realitas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 9 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 11 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 16 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak …

Wahyu Indra Sukma | 9 jam lalu

Gerakan Desa Membangun: Sebuah Paradigma …

Yulio Victory | 10 jam lalu

Berbagai Pandangan “Era Baru Polri Dibawah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: