Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Ode Rakhman

berbuat utk sebuah perubahan

Kapolda Sulut “Lalod” Jadikan Bupati Bolmong Timur sebagai Tersangka

REP | 11 May 2013 | 18:02 Dibaca: 239   Komentar: 0   0

Kapolda Sulut “lalod” Jadikan Bupati Bolmong Timur sebagai Tersangka

Pasca penetapan Kadis ESDM Bolmong Timur dan Kabid Pertambangan-nya sebagai tersangka, nyaris tak ada progress penyidikan lagi yang dilakukan oleh penyidik Polda Sulut, khususnya yang mengarah untuk menetapkan Bupati Bolmong Timur sebagai tersangka. Yang lebih anhe lagi, justru melalui media massa kami mengetahui bahwa kedua pejabat ESDM Bomong Timur tersebut sudah dijadikan sebagai tersangka, bukan melalui SP2HP. Padahal sejak Walhi Sulut laporkan kasus ini di Bareskrim Mabes Polri tanggal 4 Oktober 2012, kami sudah dua kali menerima SP2HP dari Polda Sulut.

Berdasarkan pengamatan kami, seharusnya Bupati Boltim sudah pantas untuk dijadikan tersangka dalam kasus ini, terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan melanggar Pasal 165 UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sesuai dengan tanda bukti laporan polisi yang kami terima dari Bareskrim Mabes Polri No. Pol : TBL/389/X/2012/Bareskrim dan Laporan Polisi No. LP/781/X/2012 Bareskrim tertanggal 4 Oktober 2012 terkait dugaan Penyalah-gunaan wewenang yang dilakukan oleh Bupati Bolmong Timur dalam mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan milik KUD Nomontang di Desa Lanut Kec. Modayag Kab. Bolmong Timur.

Kapolda Sulut harus segera menyelesaikan proses penyidikan terhadap Bupati Bomong Timur, termasuk jika perlu memanggil pemegang IUP tersebut dalam hal ini KUD Nomontang untuk memperkuat dugaan-dugaan yang mengarah ke unsur-unsur tindak pidana tersebut. Tentu akan menjadi preseden buruk bagi kinerja aparat kepolisian Polda Sulut di mata publik apabila tidak dengan segera menyelesaikan kasus tersebut.

Walhi Sulut juga tidak akan tinggal diam jika kami melihat indikasi-indikasi permainan kotor dalam proses penegakan hukum untuk kasus ini atau jika terindikasi akan terhenti kasus ini maka kami akan siap untuk melakukan gugatan Pra-peradilan terhadap Polda Sulut.

Edo Rakhman

Direktur WALHI Sulut

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: