Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Muhammad Solihin

Fotografer Jurnalis 085233469086

STIT Agus Salim dan Dinas Pendidikan Metro Gelar Seminar Nasional “Implementasi Kurikulum 2013”

REP | 12 May 2013 | 07:06 Dibaca: 265   Komentar: 0   0

KOLOM-(PENDIDIKAN)13683174421537483867

Metro-Lampung. Sekolah Tinggi Islam Ilmu Tarbiyah (STIT) Agus Salim Metro bekerja sama dengan Dinas DikBudPora Metro (Lampung) menggelar seminar Nasional dengan tema, “Implemetasi Kurikulum 2013” sabtu (11/05/13. Seminar di gelar di halaman Kampus, STIT Agus Salim Metro. Seminar dihadiri oleh Kepala Dinas DikBudPora Metro Masnuni M,Ro’i,M.Pd.I, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum dan segenap perwakilan guru beserta Mahasiswa dan Pelajar dari beberapa kampus dan berbagai tingkatan. Dari tingkat SD, MI, SMP, Tsanawiyah, SMA/SMK, dan MA (Aliyah). Seminar yang mulanya akan di hadiri oleh 400 peserta ternyata meluber hingga 500 peserta lebih. Ketua panitia H.M.Darwadi MR.MH menyatakan, menbludaknya peserta seminar implementasi kurikulum karena para guru dan praktisi pendidikan menganggap bahwa seminar implementasi kurikulum 2013 sangat penting untuk diikuti dan dalam membantu pemerintah dalam mensosialisasikan kurikulum 2013 yang akan segera diimplemtasikan.

Dalam sambutanya, ketua STIT Agus Salim Metro M.Qasthalani, M.Pd.I menyatakan, bahwa pada kurikulum 2013 yang rencananya akan segera di implementasikan merupakan kebijakan yang sangat penting, sebab kurikulum tersebut menggabungkan antara saint dan pendidikan karakter secara aplikatif, dimana keduanya adalah menjadi satu kesatuan yang utuh dan harus dilandasi dengan tercapainya suatu tujuan pendidikan yang benar-benar akan melahirkan output lulusan yang berilmu dan berkarakter baik.

Kadis DikBudPora Metro M.Masnuni M Ro’i, M.Pd.I yang juga mewakili Walikota Metro pada kesempatan tersebut mengatakan, seminar tentang kurikulum 2013 banyak mendapat apresiasi karena sangat penting, meskipun implementasinya masih belum lahir. Kurikulum 2013 ini sangat perlu untuk di kaji secara mendalam guna mempersiapkan pelaksanaanya nanti. Pada dasarnya kurikulum 2013 ini adalah bertujuan untuk memberikan pendidikan jiwa dan raga secara implementatif serta bertujuan untuk keberhasilan siswa di bidang ilmu pengetahuan serta berkarakter mulia dan berwawasan kebangsaan baik Makro maupun Nasional. Kurikulum 2013 ini sangat strategis untuk mensukseskan tujuan pendidikan kita yang menggabungkan aspek jiwa raga dan tidak semata untuk pengetahuan ataupun kognitif semata.

Pada sesi presentasi, acara seminar tersebut di moderatori oleh Drs.S.Iskandar, M.Pd. dengan notulen Joko Widodo, M.Pd, dengan pembicara Dr. Feisal Ghazali LL.M (KemenDikBud) dan Armon Abd.Rahman, Ph.D.(Kemenag RI). Narasumber pertama Dr.Feisal memaparkan tentang, “kurikulum 2013 lebih mengedepankan aspek perilaku mulia dan ideologi pancasila dan baru tujuan selanjutnya yaitu aspek ilmu pengetahuan. Kurikulum tersebut selain di desain untuk pengetahuan juga untuk mencetak generasi yang jujur, tanggung jawab dan sikap-sikap positif lain serta menjauhkan generasi dari sifat korupsi, narkoba, perkelahian dan lainya.” Pembicara kedua Amron Abd.Rahman, Ph.D menjabarkan tentang, “pentingnya implementasi kegiatan ekstra PAI(Pendidikan Agama Islam) dan teknis kordinasi antara Pemprov, Pemda, Dinas pendidian dan Kemenag daerah dalam rangla mengimplementasikan program ekstra PAI di daerahnya.” Seminar nasional ilmiah yang berlangsung selama empat jam tersebut semakin berkembang ketika pada sesi wawancara penanya juga membludak sebab tingginya antusias mereka terhadap materi yang telah di berikan kedua nara sumber.

Ditemui terpisah di lokasi seminar, S.Iskandar, MPd selaku Team Pengembang Kurikulum DikBudPora Metro menyatakan, “Pada implementasi kurikulum 2013 nanti agar maksimal hasilnmya harus di bentuk team Pemberdaya Dan Pengembang Kurikulum (TPK) di masing-masing satuan pendidikan, mulai dari tingkat TK/RA,SD/MI,SMP/Mts, sampai tingkat SMA/MA/SMK/MAK. (Solihin)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 6 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 7 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 8 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Aku Ingin .. …

Gunawan Wibisono | 7 jam lalu

Keasyikan itu Bernama Passion …

Ika Pramono | 7 jam lalu

Sisi Positif dari Perseteruan Politik DPR …

Hts S. | 7 jam lalu

Menyiasati kenaikan harga BBM …

Desak Pusparini | 7 jam lalu

Trah Soekarno, Putra Cendana, dan Penerus …

Service Solahart | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: