Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Khairul Fadhli

My name is fadhli | Born sukajadi, 15 Desember 1991 | Anak ragil dari enam selengkapnya

Bos! LPG Jangan Ditimbun Dong!

REP | 13 May 2013 | 12:36 Dibaca: 251   Komentar: 0   0

Lucu melihat keadaan masyarakat Bandar Lampung pada beberapa hari ini. Masyarakat dibuat hilir mudik sambil membawa benda berwarna kuning atau biru , mereka sibuk menghampiri warung, Indomaret ataupun Pom Bensin untuk membeli Gas. Yeah, barang yang mereka bawa adalah Tabung Gas LPG yang saat ini sangat langka di Kota Bandar Lampung.Memang terkesan tidak heran akhir akhir ini banyak sekali barang barang kebutuhan pokok yang langka, meskipun pun ada terlampau mahal harganya. Seperti kasus bawang merah yang sangat merepotkan masyarakat sampai sampai  SBY pun harus turun langsung.Namun yang ada dibandar lampung saat ini bukan bawang merah,cabe atau bahan pokok lain yang langka  ,malahan Gas LPG yang sangat dibutuhkan masyarakat yang tidak ada dan susah dicari.

Pagi ini pun saya direpotkan untuk mencari kebutuhan satu ini, kesana kemari mencari namun tidak mendapatkan hasil. Bukan hanya saya hamper semua mencari barang satu ini. Yeah banyak spekulasi terkait kelangkaan barang ini, mulai dari isu penimbunan sampai macam macam lah yang ada dalam benak masyarakat. Terlepas dari apapun yang terjadi pada kondisi saat ini, bahwasanya ini suatu gambaran ada banyak mafia mafia, bandit bandit yang memang suka dengan hal hal ini. Praktek penimbunan seperti kasus bawang merah, kasus suap kuota impor, BBM langka, LPG langka, dan lain sebagaimananya yang memang menjadi bukti kecarut marutan negeri ini. Negeri yang kaya raya dengan hasil bumi yang melimpah, Sangat disayangkan memang dengan SDA yang banyak dan melimpah ini kita justru menjadi sebuah Negara yang carut marut. Yang dikuasai kaum kaum kapitalis, pemilik modal. Sekarang kondisinya sangat kontras, ketimpangan antara sikaya dan simiskin. Ketimpangan antara perkotaan dan pedesaan. Taraf hidup yang jauh dari kata layak, sungguh disayangkan.

Lucu memang, bagaimanapun ini tetap tanah kelahiran kita. Lampung, Indonesia. Saya harap kelak bias lebih baik lagi, yang paling penting lagi Gas segera ada dan mudah didapatka.amin (pad)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 11 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 13 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Inggris tanpa Raya, Nasib istilah …

Adie Sachs | 8 jam lalu

Kupangku Kasihku (MDK) #1 …

Pietro Netti | 8 jam lalu

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Metode Baru Pilkada(sung) …

Muksalmina Mta | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kisah Penemuan Serum …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: