Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Supri Yadi

ingin selalu menjadi orang Baik yang selalu membawa penerangan dan kebahagian untuk semua makhluk di selengkapnya

Pesan Moral untuk Para Wanita Cantik

OPINI | 15 May 2013 | 10:03 Dibaca: 665   Komentar: 1   0

Baru saja sebulan lalu kaum wanita merayakan hari kartini yang sarat dengan nilai moral, keteguhan, kemandirian, kesopanan, dan kecerdasan yang begitu diagungkan oleh bangsa ini, tapi sayang nilai-nilai tersebut luntur seketika oleh kehadiran wanita-wanita cantik di sekitar ranah politik. Kaum wanita yang muncul di ranah politik bukanlah menjadi perubahan dalam perbaikan moral bangsa ini malah menambah hancur, karena mereka hadir sebagai pemanis dan penglaris dagangan politik.  Lihat saja kehadiran wanita-wanita cantik disekeliling ahmad fathonah yang tersandung kasus dugaan suap impor daging sapi bukan hanya dikelilingi 4 wanita cantik namun lebih dari 20 wanita cantik .

Seperti kata pribahasa ADA GULA ADA SEMUT inilah ungkapan yang paling tepat untuk para Kaum Pria yang mempunyai harta berlebih tentunya akan didekati oleh para wanita cantik. Walau hanya sekedar kenal berharap akan mendapat sedikit cipratan rezeki dari pria yang memiliki banyak uang tanpa harus fikir panjang dari mana harta yang begitu banyak diperoleh. Alhasil wanita-wanita cantik tersebut yang telah menerima hadiah dan kucuran dana dari Ahmad fathonah terkena imbasnya pula terseret pada kasus hukum.

Ini adalah pembelajaran yang paling berharga bagi para kaum wanita yang masih haus dan liar berburu harta lewat laki-laki yang mempunyai banyak uang,  bukan HARTA dan JABATAN yang menjadi tolak ukur untuk  HIDUP BAHAGIA tapi yang paling utama adalah iman dan syukur.

Jadilah wanita berakhlak mulia, pandai bersyukur, dan jagalah mahkota kehormatan.

Jangan karena uang mahkota melayang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 4 jam lalu

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 11 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 14 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Berat dan Ringan itu Relatif dalam Bekerja …

Eko Junaidi Salam | 8 jam lalu

Jika Sulit Memberi, Mari Berbagi …

Saumiman Saud | 8 jam lalu

Jadwal 16 Besar Asian Games 2014 …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Derita Hidup di Negeri Orang …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: