Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Mira Aqila

Hanya Ingin Berbagi :)

Dua Anak Tenggelam Dibekas Galian Pasir (Untuk Ketiga Kalinya)

REP | 17 May 2013 | 16:56 Dibaca: 440   Komentar: 7   5

1368784576631195605

sumber sungkem.com

Sore kemarin jam 17.30 suami pulang dengan berita bahwa ibu-ibu pengajian sedang berkumpul di pos ronda karena ada 2 anak tenggelam di kali, satu belum ketemu masih dicari. Deg! Kok bisa?? Kalinya kan kecil. Mungkin anak kecil kali ya, ya balita gitu.

Maklum, saya tidak bisa ikut pengajian karena aqila sedang rewel tidak mau ikut. Daripada mengganggu ustad yang ceramah, jadilah saya tidak datang pengajian. Magrib, tetangga sebelah mampir dan bilang “mama qila, 2 anak yang tenggelam udah ketemu. Anak blok B dan blok F. mama qila dirumah aja, lagi hamil. Papanya aja yang datang.”

Akhirnya suami yang pergi melayat. Sampai jam 8 malam, pikiran saya masih saja belum berubah. Kok bisa tenggelam di kali yang masih cetek, balita mungkin ya, terpeleset. Duh bahaya banget. Maklum belum ada pembatas di pinggir kali dikomplek saya.

Akhirnya bude tetangga telepon mengabarkan bahwa anak murid si mbahnya qila kelas 6 SD yang meninggal. Dan saya disuruh menelepon untuk mengabari. Hah?? Kelas 6 SD?? Tenggelam di kali?? Tambah pikiran makin aneh. Ya sudahlah, berarti pikiran saya salah. Tinggal tunggu saja keterangan dari suami.

Malam jam 11 suami pulang dan member tahu bahwa 2 anak tersebut tenggelam di bekas galian pasir di daerah belakang Ciberko (kampong sebelah) mau kearah lingkar selatan. Ceritanya mereka bersembilan selesai bermain bola dan langsung berenang di kubangan bekas pasir. Yang katanya kedalaman 2,5-6 meter. Yang satu tenggelam lama (sempat dicari 13 orang) dan yang satu sempat dilarikan ke RS, tapi nyawanya tidak tertolong.

Anehnya ya???

Besoknya mbak yang nyuci dirumah (orang Ciberko) bilang kalau ini udah yang ketiga kalinya. HAH?? KETIGA?? Kok BISA? Ternyata sebelumnya 2 orang anak PCI (anak yang jualan di sekolahnya si mbah kakak adik meninggal), orang Ciberko sendiri pernah menjadi korban (tutur mbak cuci). Dan sekarang anak komplek Pemda (Griya Praja Mandiri) yang jadi korban.

MIRIS

Yang menjadi pikiran saya, kenapa si pemilik usaha tersebut tidak memberikan pagar atau pembatas agar tidak ada orang yang berenang disitu? Kenapa tidak belajar dari 2 kejadian sebelumnya? Dan info yang saya dapat, kemarin ada polisi dan wartawan datang. Semoga masalah ini bisa usut. Dan tidak menimbulkan korban jiwa lagi.

Alhamdulillah pihak kepolisian dan anggota DPRD cilegon sudah memberikan komentar tentang kejadian ini (berita disini, dan disini). Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan beritanya. Semoga saja ada sangsi yang diberikan kepada pemilik usaha galian pasir yang telah lalai.

Dan untuk 2 keluarga diberikan ketabahan, dan amal ibadah ananda diterima disisi Allah SWT. Amin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manado Menuju Kota Cerdas Lingkungan Hidup …

Johanis Malingkas | | 27 April 2015 | 14:53

Lagi, Aktor “The Raid” Go …

Dody Kasman | | 27 April 2015 | 15:09

Mari Lestarikan Air Bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 6 jam lalu

X Factor Indonesia dan Runtuhnya Sebuah …

Andi Kurniawan | 8 jam lalu

Harga Rakyat Indonesia Lebih Rendah dari …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Sekarang Saja, 50 Orang Mati Tiap Hari, …

Mike Reyssent | 11 jam lalu

Menimpuk Presiden dengan Mangga malah Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: