Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Rokok Murah? Ya di Indonesia!

HL | 19 May 2013 | 17:13 Dibaca: 5273   Komentar: 44   0

Rokok Murah? Ya di Indonesia!!!

1368958242656944499

harga rokok murah kali rata rata cuma 14 sd 15 ribu rupiah saja, foto andika

Cukup terkejut juga tadi sore ketika saya akan membayar beli buah di satu Hypermarket di Jakarta Timur, saat menunggu belian buah saya dikira kata orang Malaysia mengatakan dihitung jumlahnya, saya perhatikan tarif rokok yang dipajang di lemari rokok di belakang kasir. Soal lemari etalase rokok yang dipajang, sudah tidak kalah dengan lemari lemari pajangan rokok di Malaysia dan aneka macam rokok yang dipajangpun cukup beraneka ragam.

Hal yang membuat kaget saya adalah ” harga jual ” rokok itu.  Sejak kembali dari menjadi TKI di Kuala Lumpur, saya tidak pernah tahu persis berapa harga eceran rokok di Indonesia, khususnya di Jakarta, jika di Kuala Lumpur saya malah tahu pasti karena sering menulis soalan rokok di Malaysia yang sama sekali bebas dari iklan rokok, apa lagi ditelevsi, “setahu saya sampai kembali ke Indonesia sejak akhir tahun 2011 yang lalu, iklan rokok tidak ada sama sekali di televisi”, bandingkan dengan di Indonesia ” iklan rokok di televisi? ruarrr biasaaaaaa hebatnya”

13689583521760180959

rokok murah kali yak regane…hehe, foto andika

Rokok di Malaysia ketika saya baru baru  menjadi TKI di Kuala Lumpur pada awal tahun 2007, harga jual eceran rokok Indonesia bersaing dengan harga jual rokok Malaysia, jika harga rokok Indonesia ( dijual gelap ) bisa dibeli di banyak tempat dengan harga jual kitaran 3 ringgitan per bungkusnya, rokok Malaysia di jual kitaran harga 4 ringgitan Malaysia.

Untuk mencegah agar orang Malaysia tidak merokok, bukan saja di bungkusnya dipasang aneka gambar bahaya merokok, juga harga jual rokok sudah beberapa kali dinaikkna harga jualnya, dari semula kitaran harga 4 ringgit dinaikkan rata rata 7 ringgit pada taun 2009 dan pada tahun 2010 harga jual rokok yang hanya bisa dibeli di tempat resmi, seperti di mal atau di supermarket itu, dinaikkan lagi harga jualnya menjadi rata rata 10 ringgit perbungkus, http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/04/22/rokok-di-kl-mahal-sekali-rp30000bungkus-357661.html rokok Indonesia di Malaysia masih di jual  secara gelap tetapi dapat dibeli di banyak tempat dengan kitaran harga 4 ringgit saja sampai sekarang, gila banget. hehe.

13689580111720004494

rokok malaysia rata rata di jual 10 ringgit sama dengan 30 ribu rupiah per bungkusnya, foto andika

Coba perhatikan harga jual rokok yang dipajang di Hypermarket tadi, rata rata hanya dijual dengan harga RP. 14,000 - sd Rp 15 .000 perbungkusnya, itu sama dengan 5 Ringgit malaysia.  Murah sekali kan?. Saya tadi sempat juga memebli Burger di sebelah Hypermarket itu, satu biji harganya Rp 26. 500 , kurang lebihnya 9 ringgit, yang harga jualnya kurang lebih sam dengan harga Burger yang sama di Kuala Lumpur. Satu buah Chiken Burger harganya  Rp. 26. 500 sama dengan 2 bungkus rokok, sedappp.

13689583071232699087

murah kali regane, foto andika

Yo weslah, saya kemarin sore juga mendengar di radio ketika berkendara pulang kerja, diberitakan jika pemerintah sudah mengelurkan peraturan pemerintah mengenai pengaturan soal rokok di awal tahun 2013 ini, adakah yang tahu?http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/11/nafas-nafas-rokok-di-rokok-ilc-476155.html

13689654491528291196

nafas nafas rokok di ILC, andika

Salam rokok murah di Indonesia, selamat sore

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 11 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 11 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: