Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Teddy King Top Bin Musthofa

Pedagang Accessories Sholat & Parfum Antar Pulau Indonesia Timur & Jawa."Wong Dusun" Warga Jateng,Leo 27-Juli-1968. selengkapnya

45 Wanita Terima Uang Mr. Fatanah

REP | 23 May 2013 | 13:19 Dibaca: 801   Komentar: 18   3

Urus Kuota Impor Daging, Fathanah Mengaku Utusan Luthfi  KOMPAS/LUCKY PRANSISKATersangka, Ahmad Fathanah dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan

Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Ia bersama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, Menteri Pertanian, Suswono dan Maharani, bersaksi dalam kasus dugaan suap kuota imPusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mencium Ahmad Fathanah juga mengalirkan uang ke 45 perempuan.Data tersebut sudah di beritakan media hari ini termasuk Republika.com

Dari data yang beredar di kalangan jurnalis KPK, berikut 45 inisial perempuan yang mendapatkan aliran uang tersebut. Seorang diantaranya, tercatat istri dari Ahmad Zaki, kader PKS yang kemarin sempat diperiksa KPK.
1. DK: Rp156 juta lewat BCA sebanyak 30 kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober2005. Rp 6,75 juta lewat BCA, empat kali, per 9 Februari 2004-15 Juni 2005. Rp265 juta lewat Bank Mandiri, delapan kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

2. YP: Rp 110 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

3. EA : Rp 525 juta lewat Bank Mandiri, tiga kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013, PT Swakarya Adi Indah. Dan Rp600 juta lewat Bank Mandiri, 12 kali.

4. AR: Rp 6 juta lewat BCA, tiga kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

5. AO: Rp 30 juta lewat BCA, satu kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

6. AM: Rp 47,5 juta lewat BCA, tujuh kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

7. FS : Rp16,5 juta lewat BCA, delapan kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

8. G IW: Rp11,7 juta lewat BCA, satu kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

9. E: Rp64,5 juta lewat BCA, dua kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

10. MM: Rp 7,25 juta lewat BCA, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005. Rp14,875 juta lewat BCA, satu kali, per 9 Februari 2004-15 Juni 2005.

11. NSD: Rp 1,1 juta lewat BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

12. HS: Rp 3,5 juta lewat BCA, dua kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 200513. KRA: Rp 7,5 juta lewat Bank BCA, dua kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

14. EJ: Rp 4,25 juta lewat BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

15. RR: Rp 120 juta lewat BCA, sembilan kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

16. NA: Rp 128,5 juta lewat BCA, delapan kali, per 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

17. RS: Rp5 juta lewat BCA, dua kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

18. SA, Staf PT Winara Sabena, Konsultan Penilai: Rp 496 juta lewat BCA, 47 kali, 16 Maret 2004 -14 oktober 2005. Dan Rp 28,5 juta lewat BCA, dua kali, per 9 Februari 2004-15 Juni 2005.

19. S: Rp 13,7 juta lewat BCA, tiga kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

20. VD: Rp 725 juta lewat BCA, satu kali, 16 Maret 2004 -14 Oktober 2005.

21. YT: Rp 9,4 juta lewat BCA, dua kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

22. S: Rp 52 juta lewat BCA, tiga kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

23. Y S B: Rp 3,15 juta lewat BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

24. Y R Y: Rp10 juta lewat BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

25. W E: Rp 500 juta lewat (data error), satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

26. S A: Rp 3 juta lewat BCA, satu kali, 16 Maret 2004-14 Oktober 2005.

27. AF: wiraswasta, CV Dana, diduga adik Fathanah, Rp 1,271 miliar lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

28. V R P: Rp 100 juta lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013. Rp 50 juta lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

29. A M: Rp 372 juta lewat Bank Mandiri, delapan kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

30. P D K: Rp 150 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

31. F: Rp 90 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

32. D C: Rp 50 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

33. E S: Rp 45 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

34. L S: profesional/dokter di RSUD Sabang, Istri Ahmad Zaky kader PKS, satu kali, Rp 1,025 miliar.

35. D A: Rp 150 juta lewat Bank Mandiri, tiga kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

36. M: Rp 24,9 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

37. R R: Rp 46 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

38. S S: Rp 269 juta lewat Bank Mandiri, sembilan kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

39. S R: Rp 50 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

40. T K R: Rp 35 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

41. S G: Rp 17 juta lewat Bank Mandiri, enam kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

42. Y P R S: Rp 170 juta lewat Bank Mandiri, empat kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

43. E P A: 20 tahun, wiraswasta: Mandiri overbooking Rp 2 miliar lewat Bank Mandiri, dua kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

44. E K: Rp 25 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

45. E : Rp 53 juta lewat Bank Mandiri, satu kali, per 1 Januari 2011-1 Februari 2013.

Data laporan hasil analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal aliran dana Ahmad Fathanah ke 45 orang perempuan.Yang mengejutkan Salah satu  uang diterima isteri Ahmad Zaki, Linda Silviana sebanyak Rp 1,025 miliar…Fantastis..BB sangat berguna sekali untuk menyeret orang-orang PKS yang terrlibat aliran dana dari mr fatanah.Dalam daftar tersebut, Linda yang merupakan isteri dari Ahmad Zaki, kader sekaligus sekretaris pribadi mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq diberikan dalam satu kali transfer.Lihat data NO 34..transferan ini bukan rekayasa bisa di buktikan secara ilmiah di pengadilan.Ini salahnya mr fatanah dalam mentrasfer uangnya meninggalkan jejak akhirnya datanya mencuat ke permukaan yaitu ke awak media lewat sumber berita KPK.Coba dia kalau transfer menyuruh orang lain menggunakan nama yang berbeda-beda walaupun jika transfer di atas 100 juta harus meninggalkan data KTP,jika namanya berbeda-beda kan kejahatannya ndak bisa di endus KPK.Namanya kejahatan itu ndak ada yang sempurna pasti meninggalkan jejak.Ternyata mr fatanah sangat amatiran dalam mentrasfer uangnya,apalagi jika dia pakai M-BANGKING atau INTERNET M-BANGKING malah jika menstransfer muncul namanya di data bank tersebut dan otomatis di endus PPATK.Memang memiliki M-BANGKING atau INTERNET M-BANGKING seperti  memiliki ATM PRIBADI…semua dalam genggaman tangan,karena hp mungilpun bisa untuk menstransfer kapan saja dan di mana saja.Dengan garangnya PPATK dalam membuka kedok  para koruptor,sekarang pasti berubah pikiran jika mau transfer uang.Bisa saja mereka dalam serah terima uang pakai cara manual,tapi ini bahaya juga bisa kena rampok dan razzia petugas,apalagi jumlahnya ratusan juta bahkan milyaran”IBARAT MAKAN BUAH SIMALAKAMA”.Ini buat calon koruptor..camkan kata bijak ini ” Crime never perfect” (Kejahatan tak
pernah sempurna)Kalau penyerangan LP cebongan penulis sangat salut, karena”crime almost perfect” (kejahatan nyaris sempurna]Walaupun toch akhirnya kan terungkap…..[sumber republika]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 5 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 7 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 9 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 10 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: