Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Iskandar Fasad

freelancer di beberapa media, pemerhati sosial budaya Aceh, penggemar sate matang, pembenci kekerasan dan pelanggar selengkapnya

MTQ Aceh ke-31 Tidak Dibuka oleh Wali Nanggroe

REP | 24 May 2013 | 09:42 Dibaca: 457   Komentar: 3   1

1369364597372848751

MTQ ke-31 Subussalam (Ilustrasi Pribadi)

Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ ke-31 Provinsi Aceh di Kota Subulussalam yang akan dilaksanakan pada 23 mendatang, rencananya akan dibuka oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf bukan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar seperti yang dikabarkan selama ini.

Sebagaimana telah diketahui, bahwa salah satu prinsip Lembaga Wali Nanggroe didirikan di Aceh adalah sebagai pembina keagungan dinul Islam, kemakmuran rakyat, keadilan dan perdamaian. (Qanun No. 8 Tahun 2012 Tentang Lembaga Wali Nanggroe bab 2 pasal 2b). Sehingga berkaca pada prinsip tersebut, sudah sewajarnya seorang Figur pemersatu rakyat Aceh membuka perhelatan Islam terbesar di Aceh tersebut. Selanjutnya, dalam susunan kelembagaan Wali Nanggroe juga terdapat Majelis Fatwa, yang berkedudukan di bawah Wali Nanggroe yang tugasnya memutuskan hukum agama dan mengeluarkan fatwa-fatwa sesuai mahzab Syafi’i sebagai mahzab mayoritas yang dianut oleh masyarakat Aceh, tentu keterlibatan Wali Nanggroe dalam hal ini sungguh sangat diperlukan sesuai dengan perannya tersebut.

Musabaqah Tilawatil Quran yang disingkat MTQ sendiri adalah lomba membaca Al quran dengan lagu yang selama ini sudah dikenal. MTQ telah ada di Indonesia sejak tahun 1940-an sejak berdirinya Jamiyyatul Qurra Wal Huffadz yang didirikan oleh Nahdatul Ulama sebagai ormas terbesar di Indonesia. Musabaqah sendiri memiliki arti
saling mendahului, saling berpacu, adu kecepatan atau balapan. Dalam surat al-Baqarah ayat 148 menyebutkan;

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.“(QS. Al-Baqarah:148)

Dalam ayat lainnya QS. Al-Maidah ayat 48 menyebutkan;

“…Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.“(QS.Al-Maidah: 48)

Makna dari kedua ayat di atas adalah menganjurkan/mengajak untuk bermusabaqah atau berkompetisi dalam mengamalkan amal-amal saleh. Mengacu pada tingginya makna dan besarnya perhelatan Islam ini maka seharusnya menjadi kewajiban sebagai seorang Wali Nanggroe untuk memimpin acara ini. Sangat disayangkan apabila Wali Nanggroe sampai tidak ikut terlibat dalam acara ini, bagaimana mungkin bisa terjadi jika acara-acara yang bersifat protokoler kenegaraan seperti di istana ataupun Jakarta bahkan di luar negeri dapat ia hadiri namun acara adat yang bernilai keislaman di daerah sendiri luput menjadi perhatiannya?

(atjehgroup)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

10 Tanggapan Kompasianer Terhadap Pernikahan …

Kompasiana | | 25 October 2014 | 15:53

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 14 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Resep Kerupuk Seblak Kuah …

Dina Purnama Sari | 8 jam lalu

“Sakitnya Tuwh di Sini, di …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kabinet Stabilo …

Gunawan Wibisono | 8 jam lalu

Sofyan Djalil dan Konsep yang Belum Tuntas …

Edy Mulyadi | 8 jam lalu

Dikelilingi Nenek-nenek Modis di Seoul, …

Posma Siahaan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: