Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

26.000 ABK Belum Tertangani, Seharusnya Ada 3 SLB Setiap Kabupaten

REP | 25 May 2013 | 13:34 Dibaca: 224   Komentar: 3   3

Kamis pagi pukul 07.30 WIB kakiku untuk kali pertama menjejak di SLB Jepara untuk mengikuti acara “Fasilitasi Pengembangan Kelembagaan Penguatan Jejaring Pendidikan Khusus Melalui Penyuluhan Tentang Anak Berkebutuhan Khusus” Oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah di SLB Jepara, atas undangan seorang teman pendidik di Sekolah Luar Biasa tersebut.

Sampai di gerbang Sekolah aku berdua dengan temanku disambut ramah oleh warga SLB. Kepala SLB, Bapak Suwandi DP, S.Pd. M.M yang berdiri menyambut tetamu undangan di bibir tangga juga tak kalah ramah mempersilakan kami naik menuju aula. Tak berapa lama aula segera dipenuhi tamu undangan dan peserta penyuluhan.

Muhammad Adib, seorang siswa tuna netra berseragam batik biru celana pendek melantunkan lagu-lagu Padi diiringi solo organ dengan sangat apik untuk mengisi pra acara. Suara Adib yang merdu membuat undangan dan peserta penyuluhan terhanyut, bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata karena haru, melihat kondisi Adib. Adib saat ini duduk di klas VII SMPLB yang pada tahun 2012 memenangkan lomba menyanyi tingat Nasional bagi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan sudah masuk dapur rekaman serta menjadi bintang iklan PLN.

1369458388545769190

Adib yang telah memukau hadirin

Pemahaman tentang ABK oleh masyarakat masih kurang dan keluarga atau orang tuanya malah cenderung menyembunyikan keberadaan ABK karena malu. Selain itu jumlah SLB yang terbatas dan jauhnya dari jangkauan (sekolah dan tempat tinggal orang tua ABK) disinyalir menjadi salah satu penyebab orang tua cenderung tidak menyekolahkan putera-puterinya ke SLB dan membiarkannya berdiam diri di rumah.

Tapi saaty ini sudah ada beberapa SD dan SMP inklusi sebagai lembaga darurat untuk melayani para ABK. Di Jepara sudah ada 4 SD Inklusi, yaitu SDN Kriyan I Kalinyamatan, SDN Sowan Lor I Kedung, SDN Karangggondang 5 Mlonggo dan SDN Jenggotan Kembang. Sedang 2 SMP Inklusi berada di SMPN I Kedung dan SMPN Kembang, demikian yang diungkapkan oleh Drs. Mustaqim, MM dalam sambutannya mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara.

1369462825117322960

Drs. Mustaqim, MM saat memberi sambutan

Tepat pukul 09.00 WIB acara yang diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 16 orang perwakilan UPT Dinas Dikpora, 10 orang dari PKK dan 24 Kepala/Pendidik PAUD (KB/RA/TK) se Kabupaten Jepara dibuka oleh Dra Hj. Marfu’ah dari Diksus Dinas Dikpora Jawa Tengah. Dalam sambutannya Dra. Hj. Marfu’ah menjelaskan tujuan dari penyelenggaraan acara ini, yaitu memberi pengetahuan kepada tokoh-tokoh masyarakat, pendidik dan tenaga kependidikan agar tergerak mau berperan serta dalam memberi layanan kepada ABK yang setiap tahunnya jumlahnya makin bertambah dan tidak diimbangi oleh ketersediaan lembaga pendidikan Luar Biasa. Contoh saja, di Jepara yang wilayahnya amat luas ini bahkan ada satu Kecamatan yang berada jauh terpisah oleh lautan dari pusat kota kabupaten, yaitu Karimun Jawa, hanya memiliki satu SLB. Seharusnya 1 Kabupaten minimal mempunyai 3 SLB agar semua ABK terlayani.

Ada 26.000 ABK belum tertangani atau belum mendapat perlakuan dan pendidikan yang layak (belum sekolah di SLB maupun Inklusi).

ABK adalah tanggung jawab kita bersama. Tak sedikit dari mereka yang telah berhasil mengharumkan bangsa dan Negara di ajang internaasional. Mereka mempunyai hak untuk diperhatikan dan dikembangkan bakat keterampilannya sebagai bekal kelak hidup di masyarakat agar bisa mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain, tegasnya lebuh lanjut.

Menginjak acara inti setelah acara pembukaan ditutup dengan do’a bersama, seorang gadis cantik tuna rungu dan tuna wicara bernama Rista Sari klas X SMALB melenggok gemulai indah membawakan tari “Srikandi” kemudian dilanjutkan atraksi pantomim dengan tema “Lestarikan Hutanku” oleh A’an Abdullah kls X SMALB, pemenang juara 1 tingkat Jawa Tengah 2012 yang pada Juni nanti maju ke tingkat Nasional di Medan.

13694630252049213288

Aan Abdillah sedang beraksi

13694632051563678008

Rista Sari gadis tuna rungu dan tuna wicara yang memesona

Acara penyuluhan tentang ABK oleh Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Dinas pendidikan provinsi jawa Tengah selama sehari ini akan disampaikan oleh 2 orang pemateri, yaitu Dr.Dodik Sanjaya dan Selamet P yang akan mengupas tuntas tentang ABK,karakteristik, penyebab dan penanganannya.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 6 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 7 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Gas Elpiji 12 Kg dan Elpiji non subsidi …

Asep Wildan Firdaus | 7 jam lalu

Wow! Demi Cinta, Wanita Ini Tinggalkan …

Handarbeni Hambegja... | 7 jam lalu

Sempol, Desa Eropa di Kaki Gunung Ijen …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Memangnya di Sorga Ada Apa?? …

Fenusa As | 8 jam lalu

Menikmati Penyakit Hati …

Orang Bijak Palsu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: