Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Hakeem Elfaisal

fakultas ekonomi USAHID dan Fak HUKUM Bungkarno,wiraswasta,pengajar dan pembelajar Kalau kamu bukan anak raja dan engkau selengkapnya

Surat Terbuka Ke -2 Faldo Maldini Ketua BEM UI “Dibawah Lindungan BEM UI”

OPINI | 25 May 2013 | 02:11 Dibaca: 849   Komentar: 2   1

13694222281504531744 Lelakipena.com
Surat Terbuka Ke -2 Faldo Maldini Ketua BEM UI
“Dibawah Lindungan BEM UI”
“Perjuangan pedagang stasiun udah mencapai anti klimak, terakhir sampai di DPR tapi gak menghasilkan apa buat kami… tetap digusur
“Detik2 terakhir berjualan di kios2 stasiun yg palng lama sampai akhr bulan ini, slamat datang minimarket2 kami kalah….
“Pembangunan itu mmng perlu korban, d kami tak apa2 di korbankan tanpa solusi, soal bertahan hidup kami jagonya gak akan memberatkan pemrth
“salah satu cara Pemrintah menghapus kemiskinan memang begini caranya! singkirkan kami yg kecil2 nanti tinggal yg besar2 MAKMUR!
Pedagang Stasiun

17 Mei melalui Twitter

Itulah bunyi twitter Pedagang Stasiun yang tertulis tanggal 17 mei dan itulah detik detik terakir perlawanan pedagang stasiun dibawah lindungan BEM UI yang menamakan diri mereka PERPUSTABEK (Persatuaan Pengiaat Usaha Stasiun Sejabodetabek) Yang bermotokan “ Kami Bersatu ,Siap Bertahan”
Rupanya berlindung dibawah nama besar BEM UI tidak menjamin sedikit pun akan keruntuhan dan penggusuran pedagang di stasiun stasiun dalam naungannya tercatat sejak kejatuhan Bojong Gede,Cilebut,Citayem, Pondok Cina ,Pasar Minggu, dan dalam beberapa hari ini kejatuhan stasiun lainya tanpa perlawanan sedikit pun menerima takdir penzaliman yang berkedok pembangunan , Bendera Putih telah di Kibarkan lewat dunia Maya ,,,, kejatuhan stasiun Tebet ,Cawang , Kalibata ,Pancasila dan Leteng Agung dalam satu minggu ini adalah bentuk kelemahan nyata yang di pertontonkan oleh BEM UI , disana tidak terlihat lagi mahasiswa- mahasiswa UI yang biasanya selalu siap membantu ,Gagah berada maju di saf terdepan seperti di Pondok Cina ,Disana tidak terlihat lagi LBH Jakarta dan Komnas Ham ,Disana yang ada hanyalah penindasan secara sistemik yang dilakukan oleh PT KAI , disana semuanya diberaguskan atas dasar suatu yang tidak jelas, penggusuran berkedok pembagunan padahal Kapitalis Besar Telah menanti ,,,, itulah kebiadapan yang dipertontonkan peguasa yang Bernama “FUHRER UGNATIUS JONAN dan Rezim Yang bernama PT KAI “.
Kesombongan dan akar egosentris adalah sumber kehancuran itu sendiri , teriakan dan pendapat untuk menciptakan persatuaan dan kesatuaan tak bisa dicapai dan diabakan begitusaja, Kita bergerak atas dasar ego sendiri merasa lebih hebat dari yang lain ,merasa Kemampuan dari yang lain lebih ,terlalu percaya kepada diri sendiri juga bisa berakibat Fatal ,membunuh diri sendiri dan pengikut kita.
Belajar dan belajar memang sangat diperlukan karena itu proses sejati hidup , perjuangan itu sungguh butuh pengorbanan baik raga ,materi ,darah bahkan jiwa  dan itupun sudah diingatkan jauh hari ,”Pedagang itu Bukan demonstran , Pedagang itu Oportunis dan pedagang itu bukan mahasiswa yang mempunyai Idealisme yang kuat ” dan itulah karakter sejati pedagang dan sulit memberi wacana Perlawanan sedangkan kita  kita terpecah pecah dan kita menyadari itu, tetapi membiarkan , REPOBLIK Ini merdeka karena Persatuaan dan kesatuaan yang juga sulit dirintis awalnya  ,,,, dan sejarah telah membuktikan PERPUSTBEK yang di pimpin ibu Sri Wahyuningsih dan cs dan dibawah lindungan BEM UI serta elemen lainya telah mengalami kekalah telak dalam perjuangan ini , Perjuangan mereka pun tak tentu arah, hilang dan tersesat dihutan rimba tak tahu arah pulang sehingga mengigil kedinginan dan mengalami hiportemia dan akhir nya kematiaaan menjemput dengan penuh rasa ketakutan dan kegelisahan yang berkepanjangan ….. “ BEM UI telah Kalah dan Gagal Total Melindungi Para Pedagang “……………. Itu fakta yang terjadi pada kali dan hari ini
Lebih bijak lah ,seharusnya BEM UI dan factor pendukungnya harusnya meminta maaf secara terbuka kepada para pedagang yang jelas telah menumpukan perjuangan,nasib mereka ternyata harapan dan kenyataannya berbeda jauh sehingga jelas dengan alas an apapun mereka kecewa, putus asa dan menjadi sasaran empuk Penguasa yang zalim , Hal ini pun telah saya lalukan 1,5 tahun yang lalu ketika tergusur saya meminta maaf secara terbuka kepada para pedagang yang berada di saf saya ……….. itulah bentuk perjuaangan dan penghargaan serta tanggung jawab terakhir saya sebagai leadership kepada rekan rekan pedagang yang berada di saf saya ,” Meminta maaf atas Kekalahan dan Penggusuran Ini” .
BEM UI telah menjadi macam ompong , LBH Jakarta Pun ibarat ular kehilangan bisa , Komnas Ham Ibarat kerbau kehilangan tanduk Ombusman ibarat buanya kehilangan taring, DPR ibarat gajah kehilangan Belalai, dan PERPUSTBEK ibarat kijang yang lemah bahkan sangat lemah sehingga diterkam singa ganas dan kelaparan dai padang yang hening ,
Itulas Kilas balik dan anti klimak dari perjuangan kawan Kami PERPUSTBEK DIBAWAH LINDUNGAN BEM UI ,KOMNAS HAM dan LBH JAKARTA .
Akhir sebagai Renungan kita bersama kita simak baik baik kalimat dibawah ini “Dalam berperang, carilah kemenangan yang cepat. Sebab, pertempuran yang berkepanjangan tidak akan membawa keuntungan. Perang berkepanjangan akan menguras biaya tinggi, membuat moral pasukan Anda merosot, dan memberi kesempatan pada musuh Anda yang lain untuk menyerang”.(Sun Tsu) dan Fuhrer Ignatius Jonan mampu mengaplikasikannya dengan Baik .
13694226252056021174

13694224341769458958136942246110928748191369422483271422308


Sumber Gambar” Mdia Indonesia.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

Siswa Korea Tertarik “Sambal” Indonesia …

Ony Jamhari | | 02 October 2014 | 09:39

Belajar Mandiri dari Pola Didik Orangtua di …

Weedy Koshino | | 02 October 2014 | 09:53

Obat Galau Jurusan Kuliah …

Bening Tirta Muhamm... | | 02 October 2014 | 09:54

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 2 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 3 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 8 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: