Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Joko Siswonov

i am antiteori .....

BLSM, Banyak Orang Salah yang Memperoleh

REP | 24 June 2013 | 12:51 Dibaca: 452   Komentar: 1   0

Entah bagaimana proses pembagian BLSM, tapi dapat terlihat bahwa banyak orang yang salah memperolehnya. Pembagian yang diserahkan sepenuhnya kepada ketua RT, menyebabkan ketua RT menjadi pejabat yang sangat penting yang secara otoriter menentukan siapa-siapa warga yang miskin yang akan memperoleh BLSM. Ketua RT bertindak bagai Presiden, mampu menentukan undang-undang siapa saja warga yang mendapat bantuan dana tersebut.

Memang orang menengah keatas atau yang merasa mampu tenang-tenang saja apabila tidak memperoleh dana BLSM. Tapi bagi warga yang benar-benar miskin, tetapi kemudian tidak ditentukan sebagai penerima dana bantuan BLSM pasti sangat-sangat kecewa.

Pembagian BLSM yang benar dan tidak diselewengkan, ditentukan oleh hati nurani seorang ketua RT. Bila ketua RTnya jujur, maka ia secara amanah bekerja di rukun tetangganya berkeliling mencari benar-benar warga yang benar-benar miskin, warga yang berhak mendapatkan dana BLSM.

Kalau ketua RTnya tidak jujur, maka ia akan membuat daftar warga yang mendapat BLSM adalah anggota keluarganya. Ketua RT buat daftar warga yang mendapat dana BLSM adalah ANGGOTA KELUARGAnya. Dan ternyata banyak sekali ketua RT yang tidak jujur. Dan bukan hanya pembagian dana BLSM yang salah orang , ternyata pembagian beras miskin juga banyak salah orang. Pembagian yang secara otoriter ketua RT yang menentukan daftar penerima dana.

Oleh sebab itu kepada pemerintah turunlah kelapangan jangan hanya meminta data dari RT, LuRah, kecamatan. Cek betul dana BLSM benarkah sudah warga yang benar-benar miskin yang memperoleh!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari Jejak Pencetus Indonesia …

Olive Bendon | | 05 March 2015 | 13:31

Di Makassar, 10 Motor Hilang per Hari …

M.dahlan Abubakar | | 05 March 2015 | 11:29

Tabir Gelap Industri Follower & Liker …

Hilman Fajrian | | 05 March 2015 | 14:09

Mengenal Tiga Pandangan Mengenai Hukuman …

Nararya | | 05 March 2015 | 14:56

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Pelayanan Luar Biasa Fx Sudirman …

Thamrin Dahlan | 9 jam lalu

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 9 jam lalu

Humor Revolusi Mental #071: Repetitio Mater …

Felix | 9 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 9 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: