Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Joko Siswonov

i am antiteori .....

BLSM, Banyak Orang Salah yang Memperoleh

REP | 24 June 2013 | 12:51 Dibaca: 451   Komentar: 1   0

Entah bagaimana proses pembagian BLSM, tapi dapat terlihat bahwa banyak orang yang salah memperolehnya. Pembagian yang diserahkan sepenuhnya kepada ketua RT, menyebabkan ketua RT menjadi pejabat yang sangat penting yang secara otoriter menentukan siapa-siapa warga yang miskin yang akan memperoleh BLSM. Ketua RT bertindak bagai Presiden, mampu menentukan undang-undang siapa saja warga yang mendapat bantuan dana tersebut.

Memang orang menengah keatas atau yang merasa mampu tenang-tenang saja apabila tidak memperoleh dana BLSM. Tapi bagi warga yang benar-benar miskin, tetapi kemudian tidak ditentukan sebagai penerima dana bantuan BLSM pasti sangat-sangat kecewa.

Pembagian BLSM yang benar dan tidak diselewengkan, ditentukan oleh hati nurani seorang ketua RT. Bila ketua RTnya jujur, maka ia secara amanah bekerja di rukun tetangganya berkeliling mencari benar-benar warga yang benar-benar miskin, warga yang berhak mendapatkan dana BLSM.

Kalau ketua RTnya tidak jujur, maka ia akan membuat daftar warga yang mendapat BLSM adalah anggota keluarganya. Ketua RT buat daftar warga yang mendapat dana BLSM adalah ANGGOTA KELUARGAnya. Dan ternyata banyak sekali ketua RT yang tidak jujur. Dan bukan hanya pembagian dana BLSM yang salah orang , ternyata pembagian beras miskin juga banyak salah orang. Pembagian yang secara otoriter ketua RT yang menentukan daftar penerima dana.

Oleh sebab itu kepada pemerintah turunlah kelapangan jangan hanya meminta data dari RT, LuRah, kecamatan. Cek betul dana BLSM benarkah sudah warga yang benar-benar miskin yang memperoleh!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kuliner: Dari Mesir ke Yordania Bersama …

Andre Jayaprana | | 20 September 2014 | 18:49

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Asian Games 2018, tantangan bagi Presiden …

Muhamad Kamaluddin | | 21 September 2014 | 04:34

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 5 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 21 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Pemberian Itu Bahasa Kasih …

Roy Soselisa | 7 jam lalu

Dosa Sarjana Ilmu Komunikasi (Media) …

Yons Achmad | 8 jam lalu

Jokowi: Pendidikan, Riset, dan Intelejen …

Ay_satriya Tinarbuk... | 8 jam lalu

Menggadaikan Wakil Rakyat …

Yustinus Sapto Hard... | 8 jam lalu

Keadilan untuk Orang Miskin vs Keadilan …

Jubir Darsun | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: