Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Marufinsudibyo

Hanya seseorang yang suka melihat bintang....

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1434 H untuk Kabupaten/Kota di Indonesia

REP | 25 June 2013 | 17:38 Dibaca: 1863   Komentar: 1   2

Jadwal Imsakiyah menjadi sebuah kebutuhan tersendiri bagi insan muslim selama menjalani bulan suci Ramadhan, termasuk di Indonesia. Jadwal imsakiyah sebenarnya sama dengan jadwal waktu shalat harian/bulanan pada umumnya sehingga juga menampilkan awal waktu untuk kelima ibadah shalat wajib. Sebagai tambahan terdapat waktu Imsak, yang sejatinya bukan bagian dari waktu shalat namun lebih merupakan pengingat bahwa sebentar lagi waktu Shubuh akan tiba, serta waktu terbit (Matahari). Namun dengan kewajiban menunaikan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan Hijriyyah penuh yang setiap harinya dimulai pada awal waktu Shubuh dan diakhiri pada awal waktu Maghrib (terbenamnya Matahari), maka jadwal imsakiyah menjadi hal esensial. Terlebih jika dikaitkan dengan ketentuan untuk mengakhirkan waktu sahur dan menyegerakan waktu berbuka puasa.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1434 H dalam lampiran-lampiran ini disusun berdasarkan algoritma Jean Meeus untuk posisi Matahari yang tingkat akurasinya tergolong cukup tinggi dan telah terbuktikan lewat beragam fenomena langit dalam rupa Gerhana Matahari, khususnya sejak tahun 2010 hingga 2013. Bagi setiap kabupaten/kota (kecuali DKI Jakarta) Jadwal Imsakiyah dihitung berdasarkan titik referensi kabupaten/kota yang bersangkutan yang terletak di ibukotanya. Koordinat dan elevasi (ketinggian dihitung dari permukaan air laut rata-rata) setiap titik referensi ditentukan berdasarkan peta tematik terkini yang dipublikasikan Google baik lewat laman Google Map maupun perangkat lunak Google Earth.

Acuan untuk awal Ramadhan 1434 H dalam setiap Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1434 H di sini adalah “kriteria” Imkan Rukyat revisi, kriteria sementara yang diadopsi Kementerian Agama RI semenjak 2011. Waktu-waktu shalat dinyatakan dalam korelasi tanggal-bulan-tahun Mataharinya dalam konsepsi tahun Tarikh Umum (TU). Istilah Tarikh Umum adalah pengindonesiaan dari kosakata Common Era (CE) yang dulu dinisbatkan bagi penanggalan Masehi atau Anno Domini (AD) namun kini disarankan untuk tidak dipergunakan lagi.

Terkecuali untuk Kabupaten Kebumen, Banjarnegara dan Cilacap (semuanya di Propinsi Jawa Tengah), seluruh Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1434 H yang dilampirkan di sini diimplementasikan berdasarkan pendekatan (aproksimasi) terhadap kewilayahan masing-masing kabupaten/kota dengan menganggap semuanya memiliki karakter geografis serupa sehingga dapat diterapkan batas toleransi (ihtiyaath) sebesar 2 menit. Dalam realitanya, setiap kabupaten/kota adalah unik sehingga memiliki karakter geografinya masing-masing baik terkait lebar bujur (yakni batas garis bujur untuk titik terbarat dan titik tertimurnya) serta lebar elevasi (yakni batas elevasi antara pemukiman penduduk terendah dengan yang tertinggi). Jika hal tersebut diperhitungkan maka ihtiyaath masing-masing kabupaten/kota belum tentu sama dengan 2 menit. Namun dengan terbatasnya informasi, maka (untuk sementara) kekhasan karakter geografis tersebut dikesampingkan.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1434 H ini disusun dengan format yang bisa langsung dicetak (via printer). Diperkenankan untuk dipergunakan bagi keperluan yang terkait, sepanjang tetap mencantumkan nama dan identitas penyusunnya.

Hingga 25 Juni 2013, baru kabupaten/kota bagi seluruh propinsi di Pulau Jawa saja yang telah berhasil disusun Jadwal Imsakiyah-nya. Untuk pulau-pulau lainnya, Insya’ Alloh menyusul.

Pulau Jawa :

Propinsi Banten

Propinsi DKI Jakarta

Propinsi Jawa Barat

Propinsi Jawa Tengah

Propinsi DI Yogyakarta

Propinsi Jawa Timur

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Demonstrasi KM ITB: Otokritik untuk …

Hendra Wardhana | 5 jam lalu

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 10 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 11 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 13 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: