Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Hambali Batee

saya lahir di sebuah desa di Aceh, besar dan tinggal di Aceh. Membantu rakyat kecil selengkapnya

Aceh Berduka, Gayo Menangis

REP | 08 July 2013 | 15:36 Dibaca: 205   Komentar: 0   0

1373272408854686623

Perumahan warga Desa Serampeh, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah ambruk ke dasar tebing akibat gempa 6,2 SR, Selasa (2/7).

Setelah gempa menghancurkan dataran tinggi Gayo pada tangga 2 juli 2013 masih banyak meninggalkan kisah pilu dan sedih terhadap para korban. Sampai sekarang masih ada korban yang hilang yang belum di temukan karena sulitnya medan untuk melacak keberadaan korban yang tertimbun longsor. Bantuan terus mengalir baik dari pemerintah maupun swasta. Para korban sampai hari ini masih tinggal di bawah tenda sementara padahal cuaca di Takengon dan Bener Meriah sungguh berbeda dengan daerah lain di Aceh karena dataran tinggi Gayo dikenal dengan cuaca dingin. Para pengungsi sudah mulai merasakan efek dari cuaca karena mereka sering kena angin, mereka sudah mulai kena penyakit karena cuaca yang tidak bersahabat di tambah lagi tempat penampungan yang kurang layak.

Gempa yang telah menelan korban puluhan orang akan menjadi kisah pilu yang tidak pernah dilupakan oleh masyarakat dataran tinggi Gayo. Korban meninggal 40 orang, yang masih belum ditemukan sekitar 4 orang, korban luka berat sekitar 63 orang, luka ringan 2.362 orang. Gempa tersebut juga merusak rumah penduduk dan fasilitas publik. Data sementara rumah yang rusak sekitar 15. 919 unit dan 623 fasilitas umum juga turut rusak menurut data dari BNPB.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa Gayo menjadi status bencana skala provinsi selama 14 hari terhitung dari tanggal 3-14 juli yang tertuang dalam keputusan Gubernur Aceh No 360/571/2013. Pemerintah terus berupaya membantu korban yang selamat dari musibah agar mereka tetap bisa bangkit lagi. Apalagi memasukin bulan ramadhan, korban gempa sangat membutuhkan tempat beribadah yang layak demi kekusyukan ibadahnya.

Memang pilu masyarakat Aceh sepertinya tidak pernah habis, awal tahun 2013 Aceh juga di landa gempa yang menghancurkan Tangse, Pidie pada tanggal 22 januari 2013. Walaupun kerusakan dan korban jiwa tidak separah gempa Gayo. Masyarakat korban gempa Tangse belum memiliki rumah yang layak huni karena bantuan untuk pembangunan rumah korban masih tertahan di Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Kita tidak tahu persis kenapa bantuan untuk korban gempa tersebut bisa tertahan sampai hari ini.

Belajar dari gempa Tangse, kita berharap bantuan untuk para korban gempa Gayo jangan sampai di permainkan lagi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Mereka adalah saudara kita semua, mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita untuk bisa bangkit lagi. Semoga pemerintah Aceh dapat mengontrol bantuan jangan ada lagi tertahan seperti bantuan untuk para korban gempa Tangse. Cukup kita sayangkan karena sudah beberapa bulan masyarakat korban gempa Tangse tidak ada kejelasan untuk pembangunan tempat tinggal apalagi telah memasuki bulan ramadhan.

Buat saudara kita di Gayo agar mereka tabah dalam menghadapi cobaaan ini dan semoga ada hikmahnya. Derita saudara kita di Gayo adalah derita kita juga.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



Subscribe and Follow Kompasiana: