Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Gerry Setiawan

aktivis jaringan epistoholik jakarta (JEJAK)

Belanda akan Resmikan Kantor Perwakilan OPM

REP | 18 July 2013 | 12:53 Dibaca: 1812   Komentar: 6   1

13741269831578605503

Jubir KNPB, Wim Rocky Medlama (Foto : Bintangpapua.com)

*) Akan Diresmikan 15 Agustus 2013

Para aktivis Papua merdeka di luar negeri terus bergerilya. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah menuai banyak ‘kesuksesan’ dalam upaya melepaskan Papua dari NKRI.

Pertama, 28 April 2013 organisasi pendukung Papua merdeka pimpinan Benny Wenda di Inggris (Free West Papua Campaign) berhasil ‘merayu’ Walikota Oxford Mohammad Niaz Abbasi meresmikan kantor Perwakilan OPM di Oxford. Tepat dua bulan setelah itu, kelompok Jhon Otto Ondawame dan Andy Ayamiseba melalui organisasi West Papua National National Coalition for Liberation (WPNCL) diundang ke KTT ke-19 forum negara-negara rumpun Melanesia (Melanesian Spearhead Group/ MSG) di Noumea, New Caledonia. Tindak lanjut dari KTT MSG itu, mereka akan mengirimkan delegasi para Menlu ke Jakarta dan Papua untuk memantau perkembangan kondisi HAM.

Sukses di dua tempat itu tampaknya akan diikuti para pendukung Papua merdeka di Belanda. Bulan depan, mereka merencanakan meresmikan pembukaan kantor perwakilan OPM di negeri kincir angin itu. Peresmiannya direncanakan tanggal 15 Agustus 2013.

Rencana pembukaan kantor OPM di Belanda itu dikumandangkan Wim Rocky Medlama, juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam acara jumpa pers di Jayapura, Papua, Selasa (16/7/2013). Menurutnya, pemerintah dan para diplomat Belanda telah mendorong pendirian kantor OPM  tersebut. http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/6785-knpb-klaim-15-agustus-kantor-opm-di-belanda-diresmikan

Rencana pendirian kantor OPM di Belanda ini sebelumnya pernah disuarakan Benny Wenda di Inggris dan beberapa tokoh Papua merdeka di Vanuatu. Entah sesumbar atau tidak, mereka menyatakan setelah di Inggris, kantor perwakilan OPM akan segera dibuka di negara-negara lain, seperti Belanda, Jerman, Vanuatu, PNG, Australia dan Amerika Serikat.

Belajar dari keberadaan kantor perwakilan OPM di Oxford yang sempat menimbulkan reaksi marah sejumlah politisi, maka informasi tentang rencana pembukaan kantor OPM di Belanda hendaknya dapat ditanggapi serius oleh Pemerintah. Tak elok jika setiap kali setelah ada kejadian, baru Pemerintah terkesan kebakaran jenggot.

Kita tahu, selama ini Pemerintah Belanda selalu menyatakan mendukung kedaulatan NKRI di Papua dan tidak mendukung OPM. Itu pula yang selalu dikatakan Pemerintah Inggris. Tetapi faktanya, pernyataan itu hanyalah bagian dari permainan diplomasi ganda. Jika Inggris bisa mengijinkan OPM mendirikan kantornya, bisa saja Belanda bersikap sama.

Sebagai bangsa kita pantas mewaspadai hal ini. Karena pemberian izin oleh negara lain terhadap gerakan kemerdekaaan untuk mendirikan perwakilannya di negara mereka, harus dilihat sebagai pengakuan bangsa lain terhadap eksistensi Papua sebagai suatu entitas politik. Sekecil apapun pengakuan itu, jelas akan mengganggu eksistensi NKRI. ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 5 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 6 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 6 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 10 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: