Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Tata Kusno

lulus uni sekarang bekerja diperusahaan kontraktor

FPI Membuat Ulah Lagi, Seharusnya Dibubarkan Saja dengan UU Ormas Baru

OPINI | 19 July 2013 | 15:00 Dibaca: 817   Komentar: 14   1

Di Jateng, FPI membuat ulah lagi.  Warga marah karena mobil rombongan FPI menabrak sepeda motor warga hingga tewas di SPBU Sapen.

PDIP (Bu Eva) dan PD (Marzuki Ali) sudah menyatakan seharusnya Polisi menindak FPI, PDIP bahkan anjurkan FPI dibubar sesuai dengan UU ormas yang baru lulus DPR.  Bu Eva bahkan bilang, kalo polisi tidak bubarkan FPI, ya akan terjadi perang kota antara rakyat dengan anggota FPI.

Yang mendukung FPI hanya PPP dan PKS.  Ingat, kawan-kawan, jangan memilih partai yang pro-preman!

FPI itu selalu berkoar-koar MENEGAKKAN HUKUM?  HUKUM APA YANG DITEGAK?  HUKUM ISLAM! Padahal Indonesia bukan Republik Islam, Indonesia adalah negara berbasis Pancasila, kalau mau tegak, tegaklah hukum RI/UUD 45, bukan hukum Islam.

FPI juga pilih kasih, banyak moyangnya dari Arab, melakukan kawin kontrak, berzinah di Bogor - Puncak, dia tidak berani tegor, beraninya sama rakyat kecil.  Perlu diketahui, Jateng itu Markasnya PDIP, partai wong cilik, kalo polisi tidak tangkap FPI, tunggu rakyat yang memberantas FPI, urusan bisa jadi besar.

Saya sih dukung rakyat menghancurkan tindakan FPI yang sewenang-wenang, seperti halnya di Kalteng, orang FPI sampai tidak berani landing di Kalteng, terkencing-kencing dipesawat.  Kalo FPI sok berani, pergilah ke Bogor/Puncak, membasmi para pelancong Arab yang kawin kontrak dengan orang lokal, yang telah merusak moral saudara kita.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Brunnei 2-0, Tim Garuda Muda Jaga …

Af Yanda | | 29 March 2015 | 18:15

Nostalgia Sehari di Hari Film Nasional …

Nindya Prismahita | | 29 March 2015 | 14:23

Museum Kereta Saitama Tokyo, Melintasi …

Yusticia Arif | | 29 March 2015 | 20:08

Pembunuh Bayaran di Ludruk, Kesenian …

Aditya Prahara | | 29 March 2015 | 18:07

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17


TRENDING ARTICLES

Lucunya Breaking News PKSpiyungan Ini …

Gatot Swandito | 6 jam lalu

Pesan Misterius, 3 Kubu Ring 1 Presiden …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Pelatih Korsel U-23: Akan jadi Bencana jika …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Farhat Abas Masih Hidup Tapi Sudah Didoakan …

Gunawan | 10 jam lalu

Kebelet Lengserkan Jokowi …

Elde | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: