Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Tata Kusno

lulus uni sekarang bekerja diperusahaan kontraktor

FPI Membuat Ulah Lagi, Seharusnya Dibubarkan Saja dengan UU Ormas Baru

OPINI | 19 July 2013 | 15:00 Dibaca: 808   Komentar: 14   1

Di Jateng, FPI membuat ulah lagi.  Warga marah karena mobil rombongan FPI menabrak sepeda motor warga hingga tewas di SPBU Sapen.

PDIP (Bu Eva) dan PD (Marzuki Ali) sudah menyatakan seharusnya Polisi menindak FPI, PDIP bahkan anjurkan FPI dibubar sesuai dengan UU ormas yang baru lulus DPR.  Bu Eva bahkan bilang, kalo polisi tidak bubarkan FPI, ya akan terjadi perang kota antara rakyat dengan anggota FPI.

Yang mendukung FPI hanya PPP dan PKS.  Ingat, kawan-kawan, jangan memilih partai yang pro-preman!

FPI itu selalu berkoar-koar MENEGAKKAN HUKUM?  HUKUM APA YANG DITEGAK?  HUKUM ISLAM! Padahal Indonesia bukan Republik Islam, Indonesia adalah negara berbasis Pancasila, kalau mau tegak, tegaklah hukum RI/UUD 45, bukan hukum Islam.

FPI juga pilih kasih, banyak moyangnya dari Arab, melakukan kawin kontrak, berzinah di Bogor - Puncak, dia tidak berani tegor, beraninya sama rakyat kecil.  Perlu diketahui, Jateng itu Markasnya PDIP, partai wong cilik, kalo polisi tidak tangkap FPI, tunggu rakyat yang memberantas FPI, urusan bisa jadi besar.

Saya sih dukung rakyat menghancurkan tindakan FPI yang sewenang-wenang, seperti halnya di Kalteng, orang FPI sampai tidak berani landing di Kalteng, terkencing-kencing dipesawat.  Kalo FPI sok berani, pergilah ke Bogor/Puncak, membasmi para pelancong Arab yang kawin kontrak dengan orang lokal, yang telah merusak moral saudara kita.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 11 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 14 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah Untuk …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Usul Mengatasi Kemacetan ” Kiss and …

Isk_harun | 8 jam lalu

Kakek Moyangku Seorang Pelaut …

Sunu Purnama | 9 jam lalu

Harga Mahasiswa …

Muhammad Nur Ichsan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: