Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Presiden FPI vs Presiden RI di Kendal

OPINI | 23 July 2013 | 20:06 Dibaca: 1760   Komentar: 6   1

1374584794859744906

Menanggapi pernyataan Presiden SBY tentang tindakan anarkis yang terjadi di Kendal antara FPI dengan beberapa masyarakat, Presiden FPI Habib Riziq Shihab lantas mengingatkan sebaiknya SBY mengaca terlebih dahulu. Babak baru perseturuan antara dua presiden ini dimulai ketika sang Presiden RI menyampaikan keprihatinannya terhadap tindakan kekerasan yang terjadi. Lebih lanjut, SBY mengemukakan bahwa wajah kekerasan yang dilakukan oleh FPI setidaknya merugikan 2 hal, Islam sebagai agama yang damai dan masyarakat Arab. (1)

Reaksi atas pernyataan tersebut langsung dikemukakan oleh Presiden FPI Habib Riziq Shihab, yang mengatakan bahwa keresahan masyarakat justru diakibatkan oleh partai yang dipimpin oleh SBY sebagai partai terkorup. Habib lebih lanjut menghujat presiden yang tidak melaksanakan kewajiban sholat tersebut sebagai penghianat Islam.(2)

Berbicara  tindakan anarkisme yang dilakukan oleh ormas satu ini memang merupakan isu yang seksi untuk diangkat. Jubir FPI Munarman membenarkan  bahwa ada kecenderungan media untuk selalu memojokan FPI. Hal tersebut diiutarakan oleh Munarman beberapa saat sebelum insiden penyiraman teh terhadap seorang sosiolog beberapa waktu yang lalu.

Sebagai sebuah organisasi masyarakat, FPI tentu memiliki AD ART yang harus diikuti oleh seluruh anggota. Begitu pula Negara Indonesia memiliki perundang undangan untuk mengatur hidup bernegara dan bertanah air. Untuk menyuarakan pendapat tiap kelompok pada masyarakat, proses demokrasi harus diutamakan agar tidak terjadi dominasi mayoritas maupun tirani minoritas. Menyikapi tindakan FPI, penulis anggap wajar karena Habib Riziq memiliki pandangan yang berbeda mengenai demokrasi sebagai sebuah mekanisme bernegara. Tausiyah Sang Habib dalam website resmi FPI dengan judul ‘Demokrasi = Democrazy’, jelas nampak penolakan terhadap hal yang merupakan produk ’super jahiliyah’, beliaupun kemudian mengajak untuk meninggalkan sistem bobrok tersebut.(3)

Menanggapi isu seputar Islam dan demokrasi, lantas penulis hendak mempertanyakan tentang sepak tertang beberapa habaib yang terdapat pada beberapa partai politik. Tragedi yang terjadi di Kendal hanya sebuah akses dari justifikasi ormas untuk melakukan eksekusi. Dengan konsep hidup bermasyarakat yang berbeda, hanya sebuah mimpi bila berharap tragedi tersebut tidak terjadi lagi dikemudian hari.

reff:

1. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/431378-video–tiga-anggota-fpi-jadi-tersangka-rusuh-kendal

2. http://www.fpi.or.id/101-PRESIDEN-FPI-KECAM-PRESIDEN-RI.html

3. http://www.fpi.or.id/67-Demokrasi-=-Democrazy.html

follow me @aliheyder

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 7 jam lalu

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | 8 jam lalu

Janji Demokrasi Kita …

Ahmad Fauzi | 8 jam lalu

Kacau Sistem, Warga Ilegal …

Imas Siti Liawati | 8 jam lalu

Perekayasaan Sosial: Bensin Premium Perlu …

Destin Dhito | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: