Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Febrialdi

saya bapak dari dua orang anak yang bekerja di QATAR DUTY FREE(QATAR AIRWAYS),saya bisa juga selengkapnya

Anggota Brimob Srondol Serang Sabhara Polda Jateng

REP | 25 July 2013 | 05:50 Dibaca: 1986   Komentar: 23   5

Tribun Timur

Tribun Timur

Satuan Brimob yang bermarkas di Srondol Jawa Tengah pada dini hari tadi  terlibat bentrok dengan satuan Sabhara Polda Jawa Tengah.Satuan Brimob Srondol ini berjumlah sekitar 50 orang mendatangi  Markas direktorat Sabhara Polda Jateng  di Mijen Semarang.Jarak antara markas Brimob dan Markas Sabhara sekitar 25 km.

Dari Tribun Jateng dilaporkan pemicu bentrok adalah isi pesan Blackberry Messenger yang bernada menghina Brimob.Demikian keterangan yang disampaikan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno.Sebenarnya maksud kedatangan Brimob adalah menanyakan maksud pesan dari Blackberry itu,yang kemudian timbul gesekan antara brimob dan Sabhara.

Saat penyerangan terjadi anggota Sabhara yang sedang piket berjumlah 7 orang.Setelah satu pleton Brimob menyerang,langsung dihadang oleh seratus orang anggota Sabhara keluar dari markas melakukan perlawanan,akibat kalah jumlah anggota Brimob yang berjumlah 50 orang mundur dan melarikan diri.

Dalam gesekan itu ada beberapa anggota yang terluka dan lecet.Dalam serangan kemarkas Sabhara ini sejumlah anggota Brimob membawa senjata tajam berupa samurai,dua samurai tertinggal saat penyerangan terjadi.Akibat gesekan itu Kapolda Jateng telah memrintahkan Propam untuk mencari bukti dan  menyelidiki serta menindak anggota yang bersalah dalam peristiwa bentrok tersebut.

Setelah peristiwa penyerangan tersebut dilaporkan suasana Markas Sabhara Jateng kembali normal  dan tenang.Seharusnya peristiwa ini tidak perlu terjadi jika semua anggota mampu menahan diri dan tidak terlalu berlebihan dalam bertindak. Semoga saja tidak ada korban fatal dalam peristiwa seperti ini,

Kasus ini harus diusut tuntas dan dicari akar permasalahan yang sebenarnya sehingga tidak menimbulkan bentrokan yang lebih besar lagi dikemudian hari.Kasus ini jangan hanya berhenti sekedar menindak anggota yang bersalah saja.Bisa saja kasus ini terjadi akibat gesekan ego korps dan masalah kesejahteraan anggota.

Kasus ini juga sangat memalukan dan menyedihkan.Anggota Polri yang seharusnya bersatu padu dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,malah berantam satu sama lain.Mau dibawa kemana Polisi Indonesia kalau sudah begini.Salam kompasiana

Sumber berita


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,6 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 10 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 11 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 12 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 12 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: