Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Iskandar Zulkarnain

coba berbagi pada sesama, pemilik blog http://iskandarzulkarnain.com/

Iedul Fitri Kemungkinan Dirayakan Serentak

REP | 03 August 2013 | 23:14 Dibaca: 699   Komentar: 8   4

Sebagaimana biasa, Muhammadiyah jauh-jauh hari sudah mengumumkan bahwa hari raya idul fitri akan jatuh pada hari kamis tanggal 8 Agustus 2013. Sementara NU belum menentukan sikap. Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirdaj, mengatakan, pihaknya baru bisa menentukan kapan kepastian 1 Syawal baru pada tanggal 7 Agustus nanti. Bagi PBNU, 1 Sywal akan ditentukan usai melihat bulan dengan mata langsung

Di Lain pihak, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan ada indikasi serentaknya Hari Raya. Menurut dia, berdasarkan ijtimak awal bulan Syawal, menurut perhitungan hisab jatuh pada Rabu (7/8) pagi atau siang.
“Ini artinya pada saat sore hari saat dilaksanakannya rukyat dan sidang itsbat, tinggi hilal sudah lebih 2,3 derajat dan sudah bisa dilihat,” ujar Nasarudin saat acara buka puasa bersama di kediamannya, Selasa (30/7).
Dengan potensi hilal bisa dilihat pada Rabu sore, kemungkinan Idul Fitri jatuh pada Kamis (8/8). Penentuan Idul Fitri ini sesuai dengan yang telah ditetapkan Muhammadiyah. Demikian seperti yang dikutip dari Republika.

Jika demikian adanya, sesuai dengan apa yang diutarakan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, maka kemungkinan besar, idul Fitri tahun ini, akan dilakukan Serentak, tidak ada perbedaan hari dalam penentuan 1 syawal, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya. Penentuan hari besar Islam, apakah itu 1 Ramadhan ataupun 1 Syawal memang idealnya dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari H tiba, sehingga kita dapat melakukan rencana yang terencana dan pasti.

Mengapa sebaiknya dirayakan Serentak? Demikian sering timbul pertanyaan, seputar satu Ramadhan dan satu syawal, tidak lain agar kita dapat;

· Menjadikan hari raya idul Fitri lebih semarak dan kompak, artinya, pada hari itu semua elemen umat akan melaksanakan hari yang fitri itu dengan suasana yang lebih kompak, ada kesatuan rasa diantara seluruh elemen umat.

· Tokh sumber perhitungan itu sama, jika comet Haley yang datang setiap 63 tahun saja, bisa kita hitung, kapan datangnya, berapa jarak terdekatnya dari permukaan bumi. Mengapa pula, peristiwa yang datang setiap tahun kita tidak dapat hitung secara pasti, bukankah ayatnya jelas la samsi tajri limustakarilah yang artinya, bukankah Matahari itu beredar pada garis edarnya, tafsirannya, tidak ada perubahan yang tiba-tiba dalam peredaran itu, semuanya sudah mengikuti sunnatullah.

· Umumnya, perbedaan yang selalu dijadikan dalil adalah karena belum melihat hilal, hemat saya, melihat hilal adalah soal tekhnis saja, tekhnologi yang kita miliki sekarang, memang tidak mampu melihat hilal dibawah dua derajat, tetapi itu bukan berarti hilal belum muncul, atau perhitungan salah. Analognya, ketika ada pesawat lewat diatas rumah kita, kita tidak melihat pesawat yang lewat, karena pandangan kita terhalang langit-langit rumah, tetapi tidak melihat pesawat, tidak menjadikan alasan bahwa pesawat tidak lewat diatas rumah kita. Jika saja suatu waktu kelak, tekhnologi semakin maju, sehingga mampu melihat hilal dibawah dua derajat, lalu apakah yang akan kita argumentasikan dengan apa yang telah kita lakukan sekarang?

· Dengan kepastian satu syawal dan satu satu Ramadhan jauh-jauh hari sebelum hari H, maka kita memiliki kepastian dalam merencanakan agenda yang akan kita lakukan. Kepastian itu akan membawa ketenangan bathin, dan itulah sebenarnya hakekat hukum sunatullah, membawa ketenangan bagi umat manusia, analoginya, ketika kita menjatuhkan batu, ada kepastian bahwa batu yang kita jatuhkan itu akan jatuh ke tanah, sehingga kita tenang, tetapi jika tidak ada kepastian, batu itu akan melesat ke kepala kita misalnya, maka itu bukan sunatullah.

· Pertanyaan berikutnya, jika kita tidak dapat menentukan satu Ramadhan dan satu syawal dengan hisab, lalu mengapa kita tidak menggugat almanak hijriah untuk bulan-bulan lain, selain Ramadhan dan syawal, inikan ada sesuatu yang aneh dan tidak matching disini.

Semoga saja, tahun ini, kita akan melaksanakan Idul Fitri secara Serentak dan demikian juga untuk tahun selanjutnya………Wallahu A’lam bish-shawab.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: