Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Raden Pekik

Product Leader at PT Intan Pariwara

Klaten Bersholawat bersama Habib Syekh

REP | 06 August 2013 | 08:50 Dibaca: 140   Komentar: 0   1

Senin, 05/08/2013 19:00

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Klaten, NU Online
Tepat pukul 20.30 WIB Alun-alun Kabupaten Klaten telah dibanjiri ribuan manusia berbaju putih. Selain dari Klaten, terdapat cukup banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah seperti Temanggung, Yogyakarta, dan Surakarta. Kedatangan mereka tentu bukan tanpa alasan, mengingat malam itu akan digelar Klaten Berdzikir dan Bersholawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf dan Bupati Klaten Sunarno.

Acara tersebut merupakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-209 sekaligus memperingati bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagai pembuka Habib Syekh mengulas acara tasyakuran Hari Jadi Klaten dan Peringatan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan dengan sholawat. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diungkapkan melalui ucapan. Rasa syukur harus diimplementasikan melalui penggunaan sesuatu yang diberikan Allah SWT untuk kebaikan sesuai dengan fungsi utamanya.

Habib Syekh mencontohkan, seseorang yang diberi kipas tetapi menggunakannya untuk memukul orang sebagai contoh orang yang tidak bersyukur.

Pada malam itu Habib Syekh juga menjelaskan tentang beberapa keutamaan bulan Ramadhan sebagai keutamaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Keutamaan yang dimaksud antara lain dikabulkannya doa setiap Muslim dan diturunkannya ampunan bagi siapapun yang memintanya. Bahkan ia menjelaskan jika Allah SWT memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang meminta pertolongan kepada-Nya.

Seperti majlis lain yang dipimpin Habib Syekh, acara kemudian dilanjutkan dengan mendendangkan beberapa kasidah. Diantara nyanyian beberapa kasidah, hadir Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo yang kemudian didaulat Habib Syekh untuk memberikan sambutan.

”Saya kira yang akan melantik saya (pertama kali-red) adalah Menteri Dalam Negeri, tapi ternyata Habib Syekh inilah yang melantik saya,” demikian ucap sang gubernur yang diikuti oleh gelak tawa jamaah. Ucapan tersebut muncul karena Bapak Ganjar Pranowo sebelum menjadi gubernur pernah bersilaturahmi dan meminta doa serta dukungan di rutinan Klaten Berdzikir dan Bersholawat yang saat itu bertempat di Kecamatan Kalikotes. Pada saat itulah Habib Syekh atas nama Ahbabul Mustofa melantik Ganjar Pranowo karena ia berjanji akan mengadakan sholawatan di tiap kabupaten/kota di Jawa Tengah setiap selapanan.

“Sekarang giliran saya yang membuktikan janji saya,” lanjut Ganjar Pranowo. Ia menyatakan kesiapan untuk menggelar sholawat akbar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah beberapa saat yang akan datang. Selain itu, ia mewacanakan untuk menggelar sholawatan setiap bulan sekali secara bergilir di tiap kabupaten/kota sebagai media interaksi antara masyarakat dan pemerintah.

Wacana tersebut tentu saja mendapat respon yang sangat positif dari Habib Syekh. Bahkan, Habib Syekh menyebutkan bila majelis sholawatan merupakan salah satu media yang paling efektif untuk proses interaksi positif antara masyarakat dan pemerintah.

Sebagai penutup acara, dinyanyikan lagu “Indonesia Raya” sebagai simbol kesetiaan kepada kedaulatan Negara Republik Indonesia. Setelah lagu tersebut usai dinyanyikan, berangsur-angsur jamaah meninggalkan alun-alun Klaten.
Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Pekik Nursasongko

http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,46349-lang,id-c,daerah-t,Klaten+Bersholawat+Bersama+Habib+Syekh-.phpx

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 11 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: