Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Jo Poenjiono Hw

Tinggal di Salatiga, kota yang kecil dan sejuk di kaki gunung Merbabu. Bekerja sebagai Metagold selengkapnya

Sudut Pandang Berbeda, Review Kasus Sisca Yovie

REP | 10 August 2013 | 14:07 Dibaca: 7025   Komentar: 12   4

Sudut pandang berbeda, Review Kasus Sisca Yovie

Alasan saya menulis ulang artikel tentang Sisca Yovie karena saya merasa ada yang janggal dengan analisa saya sendiri pada artikel dibawah ini :

Menganalisa Pesan Misteri yang ditinggalkan Sisca Yovie

Setelah membaca data baru mengenai kronologis pembunuhan sisca yovie dilihat dari cctv, saya langsung menangkap dimana letak kejanggalan analisa saya tersebut. Dan tentu saja saya bertanggung jawab meluruskan apa yang sudah saya tulis.

Pertama saya ingin mengalisa dari pesan misteri sisca yovie di facebook lebih dulu karena disinilah letak kesimpulan artikel saya kemarin.

Pesan 30 April 2013

Kurang Ajar! Selagi hidupnyapun pernah mengusirmu dan tidak mau melihatmu! Bahkan 2 minggu sebelum kepulangannya mencurahkan rasa sakit hatinya padamu dan berpesan untuk tidak didatangi makamnya oleh bangsat seperti kau!! Sekarang lancang berani-beraninya menghadap ke makamnya! AN**ING BIADAB!!!

Pesan 29 April 2013

Di hari ke 7 kepulangan ibuku menghadap Yang Maha Kuasa, si an**ing biadab datang menabur bunga di makam ibuku yang pernah diseretnya ke kantor polisi!!! Tradisi etnis kami, tak seorangpun diperkenankan menghadap atau menabur bunga ke makam orang tersebut bila orang itu pernah menaruh luka sakit di hatinya! Karena akan mengeluarkan bau bangkai di rumah, dan akan mendatangkan petaka pada yang ditinggalkannya, pantas bau bangkai di rumah tercium menyengat! Dendamku tak akan aku hapus sampai ke liang lahatku!!

Analisa 2 pesan diatas

Pada pesan 29 April 2013, sisca yovie sedang berbicara kepada teman2 facebooknya. Dia menjelaskan ada si an**ing biadab yg datang menabur bunga di makam ibu sisca, perkataan tradisi etnis kami ditujukan untuk menjelaskan kepada teman2 facebooknya, dengan alasan apa sisca yovie membenci an**ing biadab tsb. Bahwa menurut tradisi etnis tionghoa, perbuatan si an**ing biadab itu menyebabkan rumah sisca yovie bau bangkai.

Kemudian pesan 30 April 2013 berbicara tentang sebelum meninggal ibu sisca pernah curhat kepada sisca bahwa ibu sisca sangat membenci si an**ing biadab tsb dan berpesan supaya makamnya tidak didatangi oleh an**ing biadab tsb

Kesimpulan Sementara

Kalau melihat karakter sisca yovie yang masih mementingkan tradisi etnisnya, saya menjadi yakin kalau an**ing biadab yang dimaksud sisca yovie tsb adalah seorang pria dari etnis tionghoa. Mengapa saya katakan pria? Coba anda bandingkan dengan semua pesan sisca yovie sebelumnya. Si an**ing biadab ini sebelum ibu sisca meninggal pun sudah dekat dengan sisca dan sering memperhatikan apa yang dikerjakan sisca yovie. Saya yakin an**ing biadab ini tadinya kekasih sisca yovie. Dan mungkin sebelumnya ibu sisca sudah setuju kalau sisca yovie menikah dengan an**ing biadab tersebut.

Sekarang kita melihat kronologi pembunuhan sisca yovie menurut cctv yang diberitakan oleh kompas.com

Sisca Yovie disergap pada sekitar jam 18.00 (sekitar saat buka puasa), sebelumnya korban sudah dibuntuti lebih dulu dan mungkin juga sudah dipelajari kebiasaan korban saat membuka garasi kostnya. Pelaku menggunakan attribut gelap dan helm full face berarti dengan tujuan supaya tidak dikenali korban. Atau minimal tidak tertangkap oleh cctv. Mungkin awalnya pelaku berencana menyiksa sisca yovie sebagai peringatan atau hinaan. Tapi mungkin korban menyadari siapa pelaku tersebut sehingga akhirnya pelaku membacok sisca yovie, hanya saja yang menarik saya adalah letak luka bacokan tersebut. Kalau pelaku memang dari awal bertujuan membantai sisca yovie, kenapa harus repot-repot menyeret sisca yovie dan membacoknya di bagian wajah. Seakan-akan pelaku sedemikian bencinya dengan wajah dan fisik sisca yovie, sehingga berniat melenyapkan apa yang menjadi kebanggaan fisik dari sisca yovie.

Saya rasa motif pelakunya tentang asmara.

Saya baca pelakunya sudah tertangkap. Alhamdulilah semoga segera jelas siapa2 yang bersalah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Emak, Emang Enak Nunggu Kereta Sambil …

Masluh Jamil | | 27 November 2014 | 05:41

BBM Naik, Pelayanan SPBU Pertamina …

Jonatan Sara | | 27 November 2014 | 01:16

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Munas Golkar Tak Diijinkan di Bali Pindah …

Akhmad Sujadi | | 27 November 2014 | 00:00

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Menteri Dalam Negeri dan Menko Polhukam …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Menguji Kesaktian Jokowi Menjadi Presiden RI …

Abdul Adzim | 10 jam lalu

Kisruh di Partai Golkar, KMP Pun Terancam …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Riedl: Kekalahan Dari Filipina Buah Dari …

Hery | 12 jam lalu

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Museum Basoeki Abdullah …

Agung Han | 8 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Yummy, Manis krenyez krenyez Meringue avec …

Imam Hariyanto | 9 jam lalu

Kiprah Ibu-Ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | 9 jam lalu

Potret Susi Pujiastuti Wanita Indonesia yang …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: