Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Analgin Ginting

Peduli, Memberi dan Berbagi.

Tiga Misteri Besar Dalam Kasus Pembunuhan Sisca Yofie

OPINI | 10 August 2013 | 23:30 Dibaca: 8284   Komentar: 12   3

Kasus pembunuhan sadis yang dialami Sisca Yofie di Bandung pada tanggal 5 Agustus lalu ternyata mendapat publikasi yang sangat luas, baik oleh media mainstream maupun media sosial. Salah satu penyebab luas nya liputan ini menurut saya adalah karena cara pembunuhan yang sangat sadis diluar perkiraan semua masyarakat Indonesia. Sebab cara membunuh dengan terlebih dahulu menyeret korban di jalanan dengan sepeda motor yang berlari kencang adalah yang pertama terjadi Indonesia. Paling tidak sejauh ingatan saya baru kali ini pembunuhan diawali dengan tindakan penganiayaan yang demikian diluar perikemanusiaan.

Ditambah dengan fakta bahwa korban adalah manusia pekerja generasi Y yang baru berusia 34 tahun, ceria, energik, dan secara luas memakai media sosial seperti facebook, twitter sebagai alat komunikasinya, membuat sang korban dengan sangat ramai diperbincangkan. Karena kesamaan korban dengan angkatan kerja masa kini, jadilah kasus ini mendapat liputan yang sangat luas.

Lima hari sudah kasus ini dan setiap hari ada beritanya yang ditulis dari berbagai sudut pemberitaan. Apakah tambah terang terhadap siapa pembunuhnya? Ternyata menurut pendapat saya tidak. Apalagi hari ini ada berita bahwa seseorang mengaku menjadi pembunuhnya. Bukan karena adanya penyidikan atau penangkapan, namun adanya seseorang yang mengaku. Tidak diberitakan bagaimana metode pengakuannya, namun hal inipun sesuatu yang sangat baru dalam kasus pembunuhan di Indonesia. Saya lihat pengakuan ini justru menambah tinggi misteri siapa sebenarnya dan apa motif sesungguhnya pembunuhan wanita muda nan cantik serta seorang pekerja profesional ini.

Belum pernah dalam kasus pembunuhan di Indonesia tiba tiba ada yang mengaku. Baru kali inilah pembunuh tanpa diminta, mengaku sendiri dalam waktu yang demikian singkat setelah kejadian. Tentu hal ini menimbulkan tanda tanya yang sangat besar. Apakah orang yang mengaku tersebut benar benar si pembunuh atau dia mengaku untuk melindungi seseorang yang menjadi pembunuh sebenarnya? Misteri bertambah.

Kasus pembunuhan Sisca Yofie sejauh ini menimbulkan paling tidak 3 macam misteri. Yang pertama adalah cara Sisca dibunuh  dengan diseret terlebih dahulu. Misteri kedua adalah adanya kata kata berupa makian terhadap seseorang dalam akun Facebook Franceisca Yofie, 3 atau 4 bulan yang lalu, dan misteri yang ketiga adanya seseorang yang tiba tiba mengaku sebagai pembunuh.

Saya melihat dengan 3 misteri ini yang seolah-olah disusun secara kronologis, membuat pemberitaan kasus ini akhirnya berkembang seperti bola salju. Makin lama makin besar. Apakah kasus ini sengaja diciptakan untuk maksud pengalihan? Mungkin ini terlalu mengada ngada atau terlalu mengkait kaitkan ya. Namun jika dilihat dari dampak pemberitaannya, timbul juga praduga  seperti itu.

Siapa Pembunuh Sebenarnya

Menemukan pembunuh sebenarnya, dan menggali apa motif sesungguhnya,  sekarang sudah menjadi penantian seluruh masyrakat. Dan sebelum munculnya pengakuan seseorang tersebut, sudah banyak analisa yang dibuat untuk mencari  pembunuh yang menyeret dan membacok Sisca Yofie. Ada yang mengatakan seorang Debt Collector, bahkan ada juga yang mengatakan pacar dari Sisca Yofie sendiri. Lalu ada juga yang mengakatan kemungkinan pembunuhnya adalah anggota Geng Motor yang tersinggung atas perlakuan Sisca sebelumnya saat berpapasan dengan pengendera sepeda motor yang merupakan salah satu Geng Motor.

Saya lihat semua mempunyai kemungkinan. Namun saya pun sejak awal mempunyai suatu dugaan. Dugaan sayapembunuhnya  adalah seseorang lelaki dewasa yang mempunyai kedekatan dengan Ibunda Yofie. Kedekatan yang berkaitan dengan bisnis dan juga (kemungkinan) asmara. Kata kata, pernah menyeretnya (ibunya) ke kantor polisi dalam satu komentar di akun facebook Sisca yang membuat saya menyimpulkan seperti itu.

Lalu ketika saya berusaha menyimak pemberitaan kasus ini tidak sekali pun disebut nama Ayah Sisca. Oleh sebab itu sejak awal saya menduga bahwa ada seseorang yang sangat dibenci Sisca karena orang tersebut membuat Ibunda Sisca sangat menderita. Sisca sangat marah, dendam terhadap laki laki tersebut, dan itulah sebabnya Sisca mengeluarkan kata kata makian yang sangat tajam di akun facebooknya.

Nah,  kata kata makian inilah  dan juga sikap Sisca sendiripun kepada dia yang membuat antara dua makhluk ini saling mempunyai kebencian dan rasa dendam. Akhirnya tibalah pembunuhan yang sangat sadis seperti sudah dialami oleh Sisca Yofie.

Nah untuk mencari kemungkinan pelaku saya yakin bahwa salah satu yang dilakuan pihak kepolisian adalah melakukan penyelidikan kapan Ibunda Sisca diseret ke kantor polisi, kasus apa dan siapa pada saat itu lawan sengketa Ibunda Yofie. Saya yakin pasti ada catatannya di salah satu kantor polisi di kemungkinan besar di Jawa Barat. Kita berharap pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jawa Barat segera mengungkap kejadian yang telah membuat terkejut (shock) sebagian besar masyarakat kita.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | | 31 August 2014 | 11:15

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | | 31 August 2014 | 12:37

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 3 jam lalu

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 6 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 8 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 10 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mudahnya Membelah Cologne Dalam Hitungan …

Gaganawati | 8 jam lalu

Ahmad Hanafi Rais, Embrio Regenerasi …

Adrianus Malaloi | 8 jam lalu

Pemanasan Global dan Perubahan Keseimbangan …

Dino Fitriza | 9 jam lalu

Berjodoh, Ditangan atau Kehendak Tuhan? …

Lindung Pardede | 9 jam lalu

Hukumlah Florence di Media Sosial, Jangan …

Jonminofri Nazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: