Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Tri Wismo

Saya seorang guru di madiun

Kantor Pos

REP | 30 September 2013 | 17:04 Dibaca: 126   Komentar: 0   0

Di Madiun Kantor Pos pusat yang cukup besar, megah, dan berwarna orange merupakan salah satu kantor pelayanan publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat Madiun dan masyarakat sekitar Madiun yang terletak di jalan Pahlawan Madiun.

Sekarang telah dilengkapi dengan menggunakan sistem antrian menggunakan perangkat digital otomatis, dengan loket antrian mulai dari loket 1 sampai dengan loket 9.

Tapi sangat disayangkan Kantor yang cukup megah tersebut sangat kurang pelayananannya, loket sejumlah sembilan hanya ada petugas loket tidak lebih dari 4 loket yang buka, loket lainnya tutup. Dengan antrian yang panjang hanya untuk membeli 10 lembar materai saya hrus menunggu satu jam lebih.

Ini hanya sekedar keluhan salah satu masyarakat Madiun yang sangat merasa tidak puas dan kurang nyaman dengan sistem pelayanan menggunakan antrian ini, saat sebelum menggunakan sistem antrian saya membeli sesuatu di kantor Pos besar tidak lebih dari 5 menit sudah bisa meninggalkan Kantor Pos Besar, tapi sekarang dengan sistem yang jauh lebih baik malah membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Untuk itu saya berharap kepada Pimpinan Kantor Pos Madiun segera ubah model pelayanan di loket Kantor Pos Besar sehingga dengan sistem antrian ini tidak memerlukan antrian yang panjang.

Salah satu cara mungkin loket dibagi-bagi, ada loket pengiriman surat sendiri, loket pembelian benda pos sendiri, loket kilat khusus sendiri dan loket-loket yang lain. Dengan begitu masyarakat tidak perlu antri yang terlalu panjang dan membuang waktu yang cukup lama untuk berada di Kantor Pos.

Demikian sekedar berita ringan yang saya rasakan hari ini berada di Kantor Pos Besar Madiunhanya unyuk membeli 1 lembar benda pos harus antri selama satu setengah jam di depan loket pelayanan Kantor Pos Besar Madiun.

1380535332570330861

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: