Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Tri Wismo

Saya seorang guru di madiun

Kantor Pos

REP | 30 September 2013 | 17:04 Dibaca: 147   Komentar: 0   0

Di Madiun Kantor Pos pusat yang cukup besar, megah, dan berwarna orange merupakan salah satu kantor pelayanan publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat Madiun dan masyarakat sekitar Madiun yang terletak di jalan Pahlawan Madiun.

Sekarang telah dilengkapi dengan menggunakan sistem antrian menggunakan perangkat digital otomatis, dengan loket antrian mulai dari loket 1 sampai dengan loket 9.

Tapi sangat disayangkan Kantor yang cukup megah tersebut sangat kurang pelayananannya, loket sejumlah sembilan hanya ada petugas loket tidak lebih dari 4 loket yang buka, loket lainnya tutup. Dengan antrian yang panjang hanya untuk membeli 10 lembar materai saya hrus menunggu satu jam lebih.

Ini hanya sekedar keluhan salah satu masyarakat Madiun yang sangat merasa tidak puas dan kurang nyaman dengan sistem pelayanan menggunakan antrian ini, saat sebelum menggunakan sistem antrian saya membeli sesuatu di kantor Pos besar tidak lebih dari 5 menit sudah bisa meninggalkan Kantor Pos Besar, tapi sekarang dengan sistem yang jauh lebih baik malah membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Untuk itu saya berharap kepada Pimpinan Kantor Pos Madiun segera ubah model pelayanan di loket Kantor Pos Besar sehingga dengan sistem antrian ini tidak memerlukan antrian yang panjang.

Salah satu cara mungkin loket dibagi-bagi, ada loket pengiriman surat sendiri, loket pembelian benda pos sendiri, loket kilat khusus sendiri dan loket-loket yang lain. Dengan begitu masyarakat tidak perlu antri yang terlalu panjang dan membuang waktu yang cukup lama untuk berada di Kantor Pos.

Demikian sekedar berita ringan yang saya rasakan hari ini berada di Kantor Pos Besar Madiunhanya unyuk membeli 1 lembar benda pos harus antri selama satu setengah jam di depan loket pelayanan Kantor Pos Besar Madiun.

1380535332570330861

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia …

Olive Bendon | | 23 October 2014 | 03:53

Batik Tanpa Pakem …

Agung Han | | 23 October 2014 | 07:31

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Putri Presiden Jokowi Ikut Tes CPNS, Salah …

Djarwopapua | | 23 October 2014 | 14:08

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 4 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 10 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 10 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 12 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Yogyakarta, Mengapa Panas? …

Sayid Jumianto | 7 jam lalu

Geng ( Group Endel Nantang Gue ) …

Nurin Nazlah Maulid... | 7 jam lalu

(38) Skedul Kurikulum [2], Penerapan Sistem …

Tommy Junus Sarwan | 7 jam lalu

Ketika Wawan, Striker Andalan Timnas …

Primata Euroasia | 7 jam lalu

Festival Rambu Solo(Upacara Kematian) …

Hari Suseno | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: