Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Tri Wismo

Saya seorang guru di madiun

Kantor Pos

REP | 30 September 2013 | 17:04 Dibaca: 151   Komentar: 0   0

Di Madiun Kantor Pos pusat yang cukup besar, megah, dan berwarna orange merupakan salah satu kantor pelayanan publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat Madiun dan masyarakat sekitar Madiun yang terletak di jalan Pahlawan Madiun.

Sekarang telah dilengkapi dengan menggunakan sistem antrian menggunakan perangkat digital otomatis, dengan loket antrian mulai dari loket 1 sampai dengan loket 9.

Tapi sangat disayangkan Kantor yang cukup megah tersebut sangat kurang pelayananannya, loket sejumlah sembilan hanya ada petugas loket tidak lebih dari 4 loket yang buka, loket lainnya tutup. Dengan antrian yang panjang hanya untuk membeli 10 lembar materai saya hrus menunggu satu jam lebih.

Ini hanya sekedar keluhan salah satu masyarakat Madiun yang sangat merasa tidak puas dan kurang nyaman dengan sistem pelayanan menggunakan antrian ini, saat sebelum menggunakan sistem antrian saya membeli sesuatu di kantor Pos besar tidak lebih dari 5 menit sudah bisa meninggalkan Kantor Pos Besar, tapi sekarang dengan sistem yang jauh lebih baik malah membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Untuk itu saya berharap kepada Pimpinan Kantor Pos Madiun segera ubah model pelayanan di loket Kantor Pos Besar sehingga dengan sistem antrian ini tidak memerlukan antrian yang panjang.

Salah satu cara mungkin loket dibagi-bagi, ada loket pengiriman surat sendiri, loket pembelian benda pos sendiri, loket kilat khusus sendiri dan loket-loket yang lain. Dengan begitu masyarakat tidak perlu antri yang terlalu panjang dan membuang waktu yang cukup lama untuk berada di Kantor Pos.

Demikian sekedar berita ringan yang saya rasakan hari ini berada di Kantor Pos Besar Madiunhanya unyuk membeli 1 lembar benda pos harus antri selama satu setengah jam di depan loket pelayanan Kantor Pos Besar Madiun.

1380535332570330861

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Ayo! Berswasembada Pangan Mandiri dari …

Luce Rahma | | 20 November 2014 | 20:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Belum Dapat Konfirmasi e-Ticket …

Kompasiana | | 16 November 2014 | 00:48


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Keberanian Seseorang Bernama Jokowi …

Y Banu | 7 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Timnas Selalu Kalah? (Part 2) …

Bayu Teguh | 7 jam lalu

Guru Hebat Pasti Bisa Menulis …

Muthiah Alhasany | 7 jam lalu

Manfaat Tersembunyi Dari Menulis yang Jarang …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Kepak Sayap Guru Berkendara Aksara …

Ang Tek Khun | 7 jam lalu

Pintu Hatiku Telah Terkunci …

Doni Bastian | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: