Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Tri Wismo

Saya seorang guru di madiun

Kantor Pos

REP | 30 September 2013 | 17:04 Dibaca: 139   Komentar: 0   0

Di Madiun Kantor Pos pusat yang cukup besar, megah, dan berwarna orange merupakan salah satu kantor pelayanan publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat Madiun dan masyarakat sekitar Madiun yang terletak di jalan Pahlawan Madiun.

Sekarang telah dilengkapi dengan menggunakan sistem antrian menggunakan perangkat digital otomatis, dengan loket antrian mulai dari loket 1 sampai dengan loket 9.

Tapi sangat disayangkan Kantor yang cukup megah tersebut sangat kurang pelayananannya, loket sejumlah sembilan hanya ada petugas loket tidak lebih dari 4 loket yang buka, loket lainnya tutup. Dengan antrian yang panjang hanya untuk membeli 10 lembar materai saya hrus menunggu satu jam lebih.

Ini hanya sekedar keluhan salah satu masyarakat Madiun yang sangat merasa tidak puas dan kurang nyaman dengan sistem pelayanan menggunakan antrian ini, saat sebelum menggunakan sistem antrian saya membeli sesuatu di kantor Pos besar tidak lebih dari 5 menit sudah bisa meninggalkan Kantor Pos Besar, tapi sekarang dengan sistem yang jauh lebih baik malah membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Untuk itu saya berharap kepada Pimpinan Kantor Pos Madiun segera ubah model pelayanan di loket Kantor Pos Besar sehingga dengan sistem antrian ini tidak memerlukan antrian yang panjang.

Salah satu cara mungkin loket dibagi-bagi, ada loket pengiriman surat sendiri, loket pembelian benda pos sendiri, loket kilat khusus sendiri dan loket-loket yang lain. Dengan begitu masyarakat tidak perlu antri yang terlalu panjang dan membuang waktu yang cukup lama untuk berada di Kantor Pos.

Demikian sekedar berita ringan yang saya rasakan hari ini berada di Kantor Pos Besar Madiunhanya unyuk membeli 1 lembar benda pos harus antri selama satu setengah jam di depan loket pelayanan Kantor Pos Besar Madiun.

1380535332570330861

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Di Pemukiman Ini Warga Tidak Perlu Mengunci …

Widiyabuana Slay | | 01 August 2014 | 04:59

Jadilah Muda yang Smart! …

Seneng Utami | | 01 August 2014 | 03:56

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 13 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 17 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 21 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 31 July 2014 09:31

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 31 July 2014 09:01

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: