Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Amin Enyong

Sering dikatai remason, mamarika, wahyudi, si onis, agen kontrasepsi, dll Twitter : @AFamin_ Blog : http://adigunaku.blogspot.com selengkapnya

Terpecahnya Suara Utama Warga Tegal (Pilbup Tegal)

OPINI | 06 October 2013 | 19:31 Dibaca: 1249   Komentar: 38   0

Calon yang resmi didukung NU

Calon yang resmi didukung NU

Tidak lama lagi tepatnya tanggal 27 Oktober 2013, Kabupaten Tegal akan menggelar hajatan besar yaitu pemilihan bupati Kabupaten Tegal untuk masa jabatan 2014-2019. Ini sekaligus merupakan pilbup pertama sejak badai masalah melanda pemerintahan Kabupaten Tegal, dari mulai ditangkapnya oleh KPK bupati periode lalu yaitu Agus Riyanto terkait kasus korupsi, sampai pada wafatnya wakil bupati yang mengganti posisi Agus yaitu Hery Sulistyawan bertepatan saat merayakan puncak Hari Ulang Tahun Kabupaten Tegal ke-412.

Pada hajatan pilbup kali ini, terdapat 5 pasangan calon bupati dan wakilnya, yaitu pasangan Rojikin- Budiarto (diusung PDIP), Himawan-Budi (Demokrat,Gerindra, PKPB), Fikri-Kahar (PKS, Hanura, Partai Buruh, dan PKNU), Ki Enthus Susmono-Umi Azizah (PKB ), serta Edi- Abasari diusung Partai Golkar,PPP, dan PAN.

Sebagai kabupaten yang berada di provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Tegal juga tidak jauh beda dengan daerah-daerah lain, yaitu merupakan kandang banteng (PDIP). Dalam setiap pemilu di era reformasi, PDIP selalu merajai perolehan suara. Dalam pilbup tahun lalupun, calon dari PDIP lah yang menang. Juga sebagai daerah yang berada di wilayah pantai utara, warga kabupaten Tegal mayoritas juga merupakan orang NU, bahkan tergolong fanatik. Hampir disetiap gang-gang di desa ada jamaah pengajian Nahdlatul Ulama baik Fatayat, IPNU, IPPNU, dll.

Dua suara besar itulah yang diperkirakan akan bersaing dan menentukan pemenang pilbup nanti. Namun untuk tahun ini, dua kekuatan itu mungkin akan sedikit terpecah. Yang pertama untuk suara PDIP. Wakil PDIP sendiri yaitu Rojikin- Budiarto. Namun suara mereka sepertinya akan dapat tantangan dari pasangan Edi- Abasari yang diusung Partai Golkar,PPP, dan PAN. Apa sebabnya? Moh. Edi Utomo merupakan kakak kandung dari Ikmal Jaya yang merupakan walikota Kota Tegal periode sekarang yang juga berasal dari keluarga besar PDIP. Dan awalnya, sebenarnya Edi mencalonkan diri lewat PDIP, tapi ternyata gagal, karena sang ketua umum Megawati lebih memberikan rekomendasi ke Rojikin, dan jadilah Rojikin calon dari PDIP, sementara Edi maju lewat Golkar,PPP, dan PAN.

Spanduk kampanye Himawan ada foto Gusdurnya

Spanduk kampanye Himawan ada foto Gusdurnya

Sementara untuk suara NU, akan sedikit terpecah antara pasangan Ki Enthus Susmono-Umi Azizah (PKB) dengan Himawan-Budi (Demokrat,Gerindra, PKPB). Sebenarnya, para pengurus NU kabupaten Tegal mendukung Enthus, sebabnya tentu saja selain Enthus yang merupakan pengurus NU khususnya yang membidangi banser NU, juga keberadaan Umi Azizah sebagai wakilnya yang merupakan ketua Fatayat NU Kabupaten Tegal. Namun, orang NU bisa juga berbalik mendukung Himawan, karena kabarnya Himawan ini mendapat dukungan langsung dari keluarga Gusdur khususnya dari putri Gusdur yaitu Yeni Wahid. Bahkan dalam setiap sepanduk kampanyenya, pasangan dari partai Demokrat,Gerindra, dan PKPB ini selalu memasang foto Gusdur dan Yeni Wahid. Tak pelak warga NU yang terkenal sangat hormat dengan Almarhum Gusdur bisa juga tertarik untuk mendukung pasangan ini.

Sementara untuk pasangan lainnya yang dari PKS sepertinya hanya akan menjadi penggembira saja. Hal ini bila dilihat dari ajaran PKS yang sepertinya kurang diminati oleh warga Kabupaten Tegal seiring dengan masih kuatnya peran para Habib, Kyai, dan pesantren.

Menarik ditunggu, siapa yang berhasil menggaet suara terbanyak masyarakat Kabupaten Tegal. Akankah suara-suara besar itu benar-benar terpecah atau justru menguatkan salah satu calon. Jauh daripada itu, semoga perbedaan pilihan dalam pilbup ini tidak merusak persaudaraan antar sesama warga Tegal, karena kerukunan dan kedamaian jauh diatas segalanya. Serta semoga bisa terpilih calon yang terbaik untuk bisa memajukan Kabupaten Tegal, yang sementara ini terlihat memprihatinkan. (Amin)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 15 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 15 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 16 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | 10 jam lalu

[Cerbung] Cygnus #1 …

Lizz | 11 jam lalu

Transformasi UU Perkawinan, Menuju Pengakuan …

Ferril Irham Muzaki | 11 jam lalu

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | 11 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: