Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Joko Siswonov

i am antiteori .....

Peringatan Buat Koruptor! Uang Haram, Bikin Anak Anda Jadi Seperti Adiguna Sutowo

OPINI | 11 November 2013 | 05:29 Dibaca: 1554   Komentar: 10   0

Mungkin banyak yang tidak tahu, ayahnya Adiguna Sutowo, Ibnu Sutowo, mantan Dirut Pertamina. Koruptor kakap di zaman Soekarno dan Soeharto. Kongkalingkongnya dengan perusahaan asing yang berkepentingan di Pertamina, membuat Ibnu Sutowo kaya raya. Serta membuat pertamina bangkrut 10 Milyar lebih. Padahal waktu itu kurs rupiah terhadap dolar adalah 400/perdolar. Pantas jika Ibnu Sutowo, ayah Adiguna Sutowo itu dijadikan Bapak Koruptor Indonesia.

Tercatat saat itu, di tahun 60an, Ibnu Sutowo memiliki gaya hidup yang glamour dan mewah. Ia mengawinkan anaknya dengan resepsi perkawinan paling termewah di zamannya. Memiliki pesawat zet pribadi. Pergi ke dokter gigi di Amerika Serikat. Memiliki mobil paling mewah di zamannya yang mungkin sekelas Lambhorgini seperti sekarang.

Dan memang harta yang diperoleh dengan jalan korupsi itu termasuk harta haram. Jika harta haram digunakan untuk membeli makanan dan disuapkan ke anak dan istri, niscaya akan menjadi racun jahat yang akan mempengaruhi tingkah laku anak tersebut sampai ia dewasa. Uang haram yang masuk ke dalam tubuh, memasukkan juga iblis dan setan ke dalam tubuh. Yang akan selalu berbisik untuk berbuat negatif dan kejahatan.

Coba saksikan anak koruptor Adiguna Sutowo! Jauh sebelum kejadian menghebohkan sekarang ini. Kehebohan memacari istri orang. Adiguna pernah membunuh seorang pelayan bill di restoran. Cuma salah paham, sang pangeran koruptor itu menembak pelayan tersebut. Konon Adiguna dalam pengaruh ekstasi saat melakukan penembakan itu.

Entah mengapa hukumannya begitu ringan cuma 7 tahun. Menghilangkan nyawa seseorang cuma 7 tahun penjaranya. Saksikan sidang-sidang pembunuhan di pengadilan! Pasti keluarga korban, menginginkan si pembunuh untuk pula dihukum bunuh atau hukum mati. Memang benar hukum Tuhan, bahwa membunuh seharusnya balasannya harus dibunuh pula. Ini sesuai dengan keinginan dan naluri manusia.

Jadi bertobatlah wahai koruptor! Ingat kalian tidak hidup selamanya! Uang korupsi anda tidak akan dibawa ke kubur saat anda mati. Di dunia dan di akhirat akan ditampakkan berbagai siksaan. Seperti di dunia, si koruptor akan memiliki anak yang sangat menyusahkan orang tua. Kelak di hari tuanya, si koruptor akan memiliki penyakit-penyakit aneh yang mengharuskan ia bolak-balik rumah sakit. Saat sakaratul maut, akan disusahkan dengan keadaan haus yang teramat sangat, walaupun seluruh air di permukaan bumi di masukkan ke mulutnya tidak akan menghilangkan dahaganya. Dan siksa di akhirat jauh lebih berat lagi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 10 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring Bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

Menjadikan Negeri Sejuta Penulis Tewat Tagar …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Perkenalkan, Namaku Angin… …

Ani Istiqlalia | 7 jam lalu

Berkurban Itu untuk Siapa …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Surat Pembaca: Over Charge Speedy Telkom di …

Ayu Septyani | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: