Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Jurnalis Warga Aceh

Adalah kelompok warga yang belajar jurnalistik untuk mengawal proses perbaikan pelayanan Kesehatan, Pelayanan publik dan selengkapnya

Biaya Urus Ijin Usaha Ciderai Reformasi Perizinan

REP | 26 November 2013 | 13:03 Dibaca: 26   Komentar: 0   0

Singkil - Beban atau biaya pengurusan ijun usaha adalah salah satu penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di berikan kepada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) dinilai menciderai semangat reformasi perizinan usaha yang saat ini sedang digalakkan dikabupaten Aceh Singkil.

Hal tersebut disampaikan Oleh Donny Aktifis Pemuda dari LSM Daun Fondation Aceh Singkil, Selasa (22/10) di Studio Radio Xtrafm Rimo, Usai acara Talk Show bertajuk membangun PTSP yang Cepat, Murah dan Transparan yang di selenggarakan Oleh Yayasan Bitra Indonesia. Menurut Doni jika pemerintah ingin serius mereformasi pelayanan perizinan hendaknya Pelayanan Terbuka Satu Pintu (PTSP) jangan lagi dibebani dengan PAD. Menurutnya, jika PTSP masih di Bebani PAD maka PTSP akan melakukan pungutan pada setiap perizinan usaha yang dikeluarkan.

Hal tersebut menurutnya Kontradiktif dengan semangat reformasi perizinan yang saat ini sedang di galakkan. Terlebih di Aceh Singkil saat ini masih banyak pelaku usaha yang enggan mengurus Izin atas usaha-usaha yang dimilikinya. Salah satu faktor, adanya biaya yang di bebankan kepada pelaku usaha saat mengurus legalitas Usahanya.

“Beban PAD pada PTSP dapat menyebabkan reformasi perizinan tidak berjalan maksimal. Hemat saya pelaku usaha kecil akan enggan mengeluarkan biaya untuk mengurus izin usaha mereka.” terang Doni.

Doni melanjutkan, jika memang harus ada beban biaya dalam pengurusan perizinan, sebaiknya beban biaya tidak dipukul rata, untuk pelaku usaha kecil diberikan gratis. Sehingga masyarakat tidak merasa berat dalam mengurus Izin usaha yang dimilikinya.

Kendatipun demikian, Ia menilai Reformasi perizinan Usaha yang dilakukan KP2PTSP saat ini cukup berhasil. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah menuju kearah yang lebih baik dari sebelumya, ia berharap hal ini terus di pertahankan bahkan ditingkatkan sehingga dapat menarik masyarakat  untuk mengurus legalitas usahanya.

Ditulis oleh: Mustafa

Jurnalis Warga Aceh Singkil

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 5 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazerâ„¢ | 13 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 13 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: