Back to Kompasiana
Artikel

Regional

2014, Tahun Bencana dan Penderitaan

OPINI | 01 January 2014 | 13:26 Dibaca: 1320   Komentar: 0   0

Selamat tahun baru 2014, selamat tinggal tahun 2013. Atas izin Nya kita sekarang berada di hari pertama pada tahun 2014. Dan pesta penyambutan tahun 2014 telah berlalu. berapa banyak biaya yang dikeluarkan dalam pesta tahun baru 2014. Namun dibalik ini semua, sadarkah kita ditahun 2014 merupakan tahun penuh bencana dan penderitaan?. Bukan saja di Indonesia, bencana dan penderitaan akan dirasakan merata di seluruh pelosok dunia. Dari sumber-sumber yang dipercaya, 2014 merupakan tahun bencana dan penderitaan yang dapat disajikan adalah sebagai berikut:

  1. 2014 merupakan waktunya siklus erupsi terbesar gunung Merapi. Ini bencana alam yang merupakan siklus 5 tahunan yang rutin terjadi. Pada tahun 2010 lalu, Merapi mengeluarkan muntahan erupsi yang dahsyat dan siklus ini akan berulang ditahun 2014. Bisa saja erupsi ini akan banyak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan, jika pemerintah daerah kurang mengantisipasi erupsi 5 tahunan gurung merapi. Baca selengkapnya di berita :http://nasional.news.viva.co.id/news/read/459345-siklus-erupsi-besar-gunung-merapi-akan-terjadi-2014

1388555140906671861

Gunung merapi saat erupsi ditahun 2013 lalu.(sumber http://nasional.news.viva.co.id/news/read/459345-siklus-erupsi-besar-gunung-merapi-akan-terjadi-2014

2.  bencana karakter. bencana karakter adalah bencana kehancuran karakter bangsa.

Di 2014 bencana yang berkait dengan karakter adalah : korupsi merajalela. betapa tidak, kesempatan korupsi akan semakin luas. Ingat “kejahatan bukan hanya niat dari pelaku, namun ada kesempatan”. Korupsi terjadi manakala ada kucuran dana, anggaran raksasa, proyek raksasa dan lain-lainnya maka disitulah kesempatan akan terbuka untuk melakukan korupsi. Program kesejahteraan Desa menjadi kesempatan korupsi para aparat desa, Program jaminan kesehatan akan menjadi kesempatan oknum pada instansi terkait, Gelontoran dana kurikulum 2013, menjadi kesempatan korupsi yang dilakukan insam pendidikan. pendek kata dimana ada kesempatan gelontoran anggaran, maka disitulah kesempatan Korupsi.

Disamping korupsi, bencana karakter adalah : maraknya aksi geng motor apalagi saat-saat kampanye, tauran pelajar dan mahasiswa, kejahatan Curanmor dan tindak kriminal seperti pembunuhan, perampokan, KDRT, kekerasan kepada anak, serta aksi penipuan-penipuan juga kejahatan Narkoba. Semuanya merupakan bukti lemahnya hukum dan pembinaan masyarakat.

bencana selanjutnya adalah : aksi terorisme dan separatisme akan terjadi di 2014. Semuanya adalah bentuk ketidakpuasaan pihak-pihak tertentu terhadap pemerintah yang berkuasa. terorisme dan separatisme ini akan menelan banyak jiwa.

13885574331377653975

3. Bencana Globalisasi adalah bencana dimana remaja Indonesia tidak siap menghadapi   Globalisasi.

bencana kitidaksiapan globalisasi bagi remaja Indonesia adalah :

  • Remaja Indonesia korban negatif globalisasi, seperti maraknya aksi pornografi dan pornoaksi yang diupload di Internet.
  • Terjadinya penculikan remaja puteri karena FB
  • Trafiking remaja karena akun-akun pertemanan dll

Dan masih banyak lagi bencana-bencana yang akan terjadi di tahun 2014 ini. Yah Dunia semakin tua, dan kiamat sudah dekat. Orang cerdas adalah orang yang mempersiapkan hari esok dan tidak tertipu dengan kecantikan dunia yang diibaratkan “nenek-nenek pesolek”. Sudah tua tapi senantiasa mempercantik diri dengan perhiasan dan lipstick nya. Pilih mana dapat nenenk-nenek pesolek, atau mendapatkan bidadari-bidadari surga dan keridoan Nya?. wallahu alam bissowab

Sumber gambar : https://www.google.com/search?q=kasus+korupsi+di+indonesia dan http://nasional.news.viva.co.id/news/read/459345-siklus-erupsi-besar-gunung-merapi-akan-terjadi-2014


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: