Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Andi Akhmad Yusuf

profesi jurnalistik sejati dengan terus menyuarakan keadilan dan kebenaran Wartawan Koran Indonesia Pos Terbit terbit sejak 1968. selengkapnya

Gara-gara Tunjangan Kinerja Nasib Guru Menyedihkan

REP | 06 January 2014 | 02:19 Dibaca: 451   Komentar: 9   5

NASIB GURU TIDAK DIHARGAI, TUNJANGAN KINERJA MENYE1388949514259497706DIHKAN

Pasangkayu- saat ini telah menyebar informasi soal tunjangan kinerja di kabupaten Mamuju Utara, dan telah menjadi bahan perbincangan masyarakat terlebih kalangan Guru dan Pegawai SKPD dilingkup pemerintahan daerah kabupaten Mamuju Utara.

Adanya Penetapan mengenai Tunjangan Kinerja yang di berlakukan Oleh Pemerintah Daerah dinilai diskriminasi karena perbedaan tunjangan kinerja yang diterima structural lebih banyak sedangkan fungsional sangat jauh perbedaannya. Seperti :

Tunjangan kinerja guru Golongan IV sebesar Rp.500.000, Golongan III sebesar Rp. 400.000, Golongan II sebesar Rp. 325.000 berbeda dengan Pegawai di Struktural seperti Esselon II sebesar Rp. 5.000.000, Esselon IIIa sebesar Rp.2.500.000, Esselon IV sebesar Rp. 1.500.000 belum lagi tunjangan kinerja bagi Staf yang Non Jabatan Golongan III sebesar Rp. 900.000 dan golongan I/II sebesar Rp. 600.000.

Hal inilah yang membuat para kalangan guru guru dan kepala sekolah merasakan adanya ketidakadilan karena kalangan fungsional di pandang sebelah mata, karena berbeda denga tahun lalu perbedaan tidak seperti ini sehingga tidak menimbulkan kontraversi namun pada tahun 2014 ini tunjangan kinerja untuk fungsional sangat menyedihkan sedangkan structural terlalu jauh melambung dan perbedaan tunjangan ini menuai sorotan dikalangan fungsional.

Bahkan Kabarnya para guru akan mengadakan demo atau aksi protes terhadap penetapan pemerintah daerah kabupaten mamuju utara tentang tunjangan kinerja yang dinilai tidak adil. Dan kemungkinan adanya sekolah yang melakukan aksi dengan cara mogok mengajar selama 1 Bulan. Kalau hal ini terjadi maka citra pendidikan akan tercoreng karena aksi mogok mengajar tersebut. Seharusnya pemerintah daerah kabupaten Mamuju utara tidak membuat keputusan tentang tunjangan kinerja yang dinilai tidak adil antara fungsional dan structural sebab mereka sama sama adalah pegawai negeri lingkup kabupaten mamuju utara.(Andi Y)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 4 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 5 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Pak Jokowi Tolong Fokus pada Potensi, Sambil …

Thomson Cyrus | 7 jam lalu

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | 7 jam lalu

Transjakarta VS Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | 8 jam lalu

Kasus MA, Pornografi dan Siapa Para …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: