Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Andi Akhmad Yusuf

profesi jurnalistik sejati dengan terus menyuarakan keadilan dan kebenaran Wartawan Koran Indonesia Pos Terbit terbit sejak 1968. selengkapnya

Gara-gara Tunjangan Kinerja Nasib Guru Menyedihkan

REP | 06 January 2014 | 02:19 Dibaca: 648   Komentar: 9   5

NASIB GURU TIDAK DIHARGAI, TUNJANGAN KINERJA MENYE1388949514259497706DIHKAN

Pasangkayu- saat ini telah menyebar informasi soal tunjangan kinerja di kabupaten Mamuju Utara, dan telah menjadi bahan perbincangan masyarakat terlebih kalangan Guru dan Pegawai SKPD dilingkup pemerintahan daerah kabupaten Mamuju Utara.

Adanya Penetapan mengenai Tunjangan Kinerja yang di berlakukan Oleh Pemerintah Daerah dinilai diskriminasi karena perbedaan tunjangan kinerja yang diterima structural lebih banyak sedangkan fungsional sangat jauh perbedaannya. Seperti :

Tunjangan kinerja guru Golongan IV sebesar Rp.500.000, Golongan III sebesar Rp. 400.000, Golongan II sebesar Rp. 325.000 berbeda dengan Pegawai di Struktural seperti Esselon II sebesar Rp. 5.000.000, Esselon IIIa sebesar Rp.2.500.000, Esselon IV sebesar Rp. 1.500.000 belum lagi tunjangan kinerja bagi Staf yang Non Jabatan Golongan III sebesar Rp. 900.000 dan golongan I/II sebesar Rp. 600.000.

Hal inilah yang membuat para kalangan guru guru dan kepala sekolah merasakan adanya ketidakadilan karena kalangan fungsional di pandang sebelah mata, karena berbeda denga tahun lalu perbedaan tidak seperti ini sehingga tidak menimbulkan kontraversi namun pada tahun 2014 ini tunjangan kinerja untuk fungsional sangat menyedihkan sedangkan structural terlalu jauh melambung dan perbedaan tunjangan ini menuai sorotan dikalangan fungsional.

Bahkan Kabarnya para guru akan mengadakan demo atau aksi protes terhadap penetapan pemerintah daerah kabupaten mamuju utara tentang tunjangan kinerja yang dinilai tidak adil. Dan kemungkinan adanya sekolah yang melakukan aksi dengan cara mogok mengajar selama 1 Bulan. Kalau hal ini terjadi maka citra pendidikan akan tercoreng karena aksi mogok mengajar tersebut. Seharusnya pemerintah daerah kabupaten Mamuju utara tidak membuat keputusan tentang tunjangan kinerja yang dinilai tidak adil antara fungsional dan structural sebab mereka sama sama adalah pegawai negeri lingkup kabupaten mamuju utara.(Andi Y)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kicauan Seputar Lion Air Ini Sulut Amarah …

Iskandarjet | | 26 February 2015 | 22:06

Operasi Pasar Beras, Solusi Sesaat dengan …

Isson Khairul | | 26 February 2015 | 22:24

Revisi “Pasal Karet” UU ITE? …

Fidelis Harefa | | 26 February 2015 | 23:50

Film Korea Penuh Drama Sarat “Pesan …

Wardah Fajri | | 26 February 2015 | 23:48

Lauret …

Fandi Sido | | 26 February 2015 | 19:57


TRENDING ARTICLES

Dibandingkan Korea Utara, Timor Leste Lebih …

Mozes Adiguna | 8 jam lalu

Ahok Pandai, Tapi Tidak Pandai-pandai …

Juru Martani | 8 jam lalu

Nelayan Indonesia Jangan Egois …

Eddy Mesakh | 9 jam lalu

Blunder Kicauan Akun @OfficialLionAir …

Wahyu 'wepe' Pramud... | 9 jam lalu

Perampokan Perlementer oleh DPRD DKI Jakarta …

Agustus Sani Nugroh... | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: