Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Aim S

"Demokrasi itu bukan hanya masalah kebebasan saja, tapi juga keadilan dan kesamaan di muka hukum" selengkapnya

Tanpa Izin, 9 Kapal Laut Australia Masuki Perairan Indonesia

REP | 08 January 2014 | 13:11 Dibaca: 71   Komentar: 2   0

Sembilan kapal laut Australia melenggang masuk  dengan bebas ke perairan Indonesia, tanpa izin. Sembilan kapal itu memasuki perairan Indonesia sejauh tujuh mil  dari daratan Pulau Rote, dalam upaya menggiring 45 imigran gelap asal Timur Tengah, menjauhi perairan Australia.

Informasi yang dihimpun dari Kupang, menyebutkan ada tiga kapal perang dan enam kapal cepat milik Angkatan Laut Australia yang pada Senin  (6/01)  menjelang pagi waktu setempat, telah masuk ke perairan Indonesia tanpa izin.  Keenam kapal itu menggiring sekitar 45 imigran gelap asal Timur Tengah  masuk ke wilayah perairan Indonesia di dekat Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Kepolisian Resor Rote Ndao di Pulau Rote, menegaskan bahwa aksi kapal-kapal Australia itu terjadi sekitar 40 mil dari Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Polisi mengamankan 45 imigran gelap asal Timur Tengah yang terdampar di Dusun Kakaek, Desa Lenupetu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao di Pulau Rote, pada sekitar pukul 02.00 WITA. Yusuf Ibrahim, salah seorang imigran yang diamankan, memperlihatkan bukti berupa alat GPS (Global Positioning System). Alat itu menunjukkan data bahwa kapal perang AL Australia tersebut telah memasuki wilayah perairan Indonesia, sekitar tujuh mil dari daratan Pulau Rote.

Para imigran tersebut terdiri dari 36 laki-laki dan sembilan orang perempuan. Dari jumlah tersebut, 28 orang berkewarganegaraan Somalia, 9 orang berkewarnegaraan Sudan, 2 dari Nigeria dan 3 dari Mesir. Sementara itu tiga orang lainnya masing-masing berkewarganegaraan Yaman, Ghana dan Libanon.

Sampai kini, belum ada permintaan maaf dari Perdana Menteri Australia Tony Abbott atas kejadian ini. (Lbk, diolah dari berbagai sumber)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Basuri Tjahaja Purnama: 20 tahun Mendatang …

Olive Bendon | | 01 October 2014 | 06:58

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | | 01 October 2014 | 04:25

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | | 01 October 2014 | 02:11

Menulis Cerpen Itu Gampang, Mencari Peminat …

Sugiyanto Hadi | | 01 October 2014 | 03:16

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 3 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 5 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 6 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Indonesia Tanpa Pancasila …

Fadjar Hadi | 7 jam lalu

16 Milyar Rupiah Hanya untuk Sumpah Janji …

Muhammad Nur,se | 7 jam lalu

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | 7 jam lalu

Anggota DPR RI dan Gadget …

Topik Irawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: