Back to Kompasiana
Artikel

Regional

Aim S

"Demokrasi itu bukan hanya masalah kebebasan saja, tapi juga keadilan dan kesamaan di muka hukum" selengkapnya

Tanpa Izin, 9 Kapal Laut Australia Masuki Perairan Indonesia

REP | 08 January 2014 | 13:11 Dibaca: 77   Komentar: 2   0

Sembilan kapal laut Australia melenggang masuk  dengan bebas ke perairan Indonesia, tanpa izin. Sembilan kapal itu memasuki perairan Indonesia sejauh tujuh mil  dari daratan Pulau Rote, dalam upaya menggiring 45 imigran gelap asal Timur Tengah, menjauhi perairan Australia.

Informasi yang dihimpun dari Kupang, menyebutkan ada tiga kapal perang dan enam kapal cepat milik Angkatan Laut Australia yang pada Senin  (6/01)  menjelang pagi waktu setempat, telah masuk ke perairan Indonesia tanpa izin.  Keenam kapal itu menggiring sekitar 45 imigran gelap asal Timur Tengah  masuk ke wilayah perairan Indonesia di dekat Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Kepolisian Resor Rote Ndao di Pulau Rote, menegaskan bahwa aksi kapal-kapal Australia itu terjadi sekitar 40 mil dari Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Polisi mengamankan 45 imigran gelap asal Timur Tengah yang terdampar di Dusun Kakaek, Desa Lenupetu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao di Pulau Rote, pada sekitar pukul 02.00 WITA. Yusuf Ibrahim, salah seorang imigran yang diamankan, memperlihatkan bukti berupa alat GPS (Global Positioning System). Alat itu menunjukkan data bahwa kapal perang AL Australia tersebut telah memasuki wilayah perairan Indonesia, sekitar tujuh mil dari daratan Pulau Rote.

Para imigran tersebut terdiri dari 36 laki-laki dan sembilan orang perempuan. Dari jumlah tersebut, 28 orang berkewarganegaraan Somalia, 9 orang berkewarnegaraan Sudan, 2 dari Nigeria dan 3 dari Mesir. Sementara itu tiga orang lainnya masing-masing berkewarganegaraan Yaman, Ghana dan Libanon.

Sampai kini, belum ada permintaan maaf dari Perdana Menteri Australia Tony Abbott atas kejadian ini. (Lbk, diolah dari berbagai sumber)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluar Negeri? Isilah Formulir Ebola untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 05 March 2015 | 09:17

Masih Adakah Suami Bervisi Surga? …

Cahyadi Takariawan | | 05 March 2015 | 08:05

Menakar Kesadaran Etis Ahok …

Efron Dwi Poyo | | 05 March 2015 | 08:03

Lika-liku Mencari ART …

Ariyani Na | | 04 March 2015 | 19:03

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 7 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 7 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 9 jam lalu

Ekuivokasi di Sekitar Kisruh Ahok-DPRD …

Nararya | 13 jam lalu

Ahok Vs. M. Taufik dan Kutukan Kulminasi …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: